Beranda » DPC PDI Perjuangan Manggarai Barat Desak Bupati dan Kapolres, Sikapi Tambang Emas Ilegal di Sebayur Labuan Bajo !
ISTANA NETIZEN.COM – Temuan KPK terkait dugaan tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur Besar, yang berlokasi tak jauh dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT menuai beragam reaksi dari banyak pihak. Kali ini datang dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPC-PDIP Kabupaten Manggarai Barat.

” Tambang Emas Ilegal di Sebayur Labuan Bajo ini adalah peristiwa yang kedua. Dulu, sekitar 2012 atau 2014, persoalan yang terjadi saat ini sudah pernah terjadi. Oknum pelakunya sempat ditangkap dan diproses oleh aparat penegak hukum namun tidak jelas penyelesaian persoalannya. Kini persoalan serupa kembali terjadi. Sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat Saya mendesak Bupati dan Kapolres Manggarai Barat untuk segera mengusut tuntas peristiwa penambangan emas ilegal di Sebayur,” ungkap Silverius Syukur, Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat saat ditemui Media Istana Netizen di kediamannya di Labuan Bajo, Jumat sore ( 5/12/2025)
Keterlibatan Oknum Polisi Berinisial W
Sil, demikian Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat itu disapa, menuturkan sekarang ini praktik penambangan emas ilegal di wilayah itu justru lebih parah. Pasalnya, masyarakat bekerjasama dengan aparat berinisial W, Oknum Polisi Manggarai Barat melakukan penambangan ilegal. Oknum W inilah yang menurut Sil, memerintahkan semua pekerja untuk mengangkut material hasil tambang berupa lumpur dari lubang tambang ke pesisir di Sebayur untuk diteruskan ke Labuan Bajo.
“Sekarang ini lebih parah lagi. Bagaimana masyarakat, orang luar kemudian bekerjasama dengan Oknum aparat kepolisian Manggarai Barat berinisial W, melakukan penambangan ilegal. Dia yang memerintahkan semua pekerja untuk mengangkut barang tambang berupa lumpur dari lubang tambang ke pesisir Sebayur untuk diteruskan ke Labuan Bajo, “ ungkap Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat itu.
Ancaman Tercemar Merkuri
Menurut Sil, Polisi dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mestinya tak perlu ragu untuk usut dan tangkap oknum pelaku termasuk Oknum anggota Polres Manggarai Barat. Pengusutan tuntas atas kasus ini, lanjut Sil, agar praktik serupa tidak kembali terjadi secara berulang hingga merugikan Kabupaten Manggarai Barat, bahkan merugikan negara. Kalau hal ini dibiarkan, lanjut Sil, Sebayur sebagai penyangga Taman Nasional Komodo (TNK) berpotensi untuk tercemar dan mengancam kehidupan seluruh mahluk hidup akibat merkuri. Bagi Sil, Sebayur itu adalah tempat Snorkling dan Diving yang paling digemari wisatawan yang berkunjung ke daerah itu. Namun jika aktifitas tambang emas ilegal itu terus berlangsung, maka potensi kerusakan lingkungan hidup akibat tercemar merkuri sangat besar. Merkuri adalah unsur kimia yang sangat beracun, dan merusak kehidupan semua mahluk hidup termasuk ikan-ikan di perairan laut.
” Kalau sudah ada merkuri, ini sangat berbahaya. Aktifitas penambangan di Sebayur itu menurut Info A1 dilakukan malam hari. Ikan-ikan dan berbagai jenis hewan laut bisa terancam karena proses tambang ini dikabarkan menggunakan merkuri,” ungkap Alumni Fakultas Pertanian Universitas Wangsa Manggala/ Mercu Buana DIY ini.
Lebih lanjut Sil menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Kapolres setempat tidak boleh tawar menawar soal aktifitas tambang emas ilegal yang diungkapkan oleh Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah V, Dian Patra saat melakukan inspeksi mendadak ke Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo (28/11/2025)
” Pas kami ke lapangan, sudah tidak ada orang. Kami sudah melapor ke kementrian terkait terkait temuan ini,” ungkap Dia.
Temuan KPK Adanya Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur
Seperti dilansir detikbali, KPK menemukan tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat – NTT. Lokasi penambangan dikabarkan berada di zona penyangga Taman Nasional Komodo (TNK)

“Kami konsen dengan tambang-tambang ilegal khususnya tambang-tambang emas dan di Indonesia ini banyak. Kami kaget ternyata ada juga di sekitar TNK , di Pulau Sebayur, bersebelahan dengan Taman Nasional Komodo,” ungkap Dian Patra.
Korban Merkuri Bisa Menyasar Manusia
Ia mengingatkan potensi pencemaran dari penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses penambangan emas.
” Kalau ada tambang emas, berarti ada merkuri dan ada sianida mengalir ke pulau komodo di sebelahnya. Bahaya sekali komodo ya. Korban merkuri ini semua dan manusia juga,” ungkap Dian.
Editor : Redaksi.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.