Beranda » Tragedi KM Putri Sakinah, Perburuk Citra Pariwisata Labuan Bajo di mata dunia, Silverius Syukur Desak DPRD Manggarai Barat Gelar RDP : Ungkap Dugaan Kelalaian KSOP dan Pemilik kapal !
ISTANA NETIZEN.COM – Tragedi pilu tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di perairan Pulau Padar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT yang menewaskan 4 orang Turis Asing asal Spanyol, Jumat malam (26/12/2025) memunculkan reaksi beragam dari banyak kalangan. Kali ini datang dari Silverius Syukur, Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat.
Sil menilai, peristiwa naas tenggelamnya KM Putri Sakinah yang membawa penumpang 11 orang melintasi perairan Pulau Padar menuju Pulau Komodo itu, merupakan tamparan keras yang berpotensi memperburuk citra pariwisata super prioritas Labuan Bajo.
” Tragedi memilukan hati, tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar menuju Pulau Komodo yang membawa penumpang 11 orang. Meskipun 7 diantaranya terselamatkan, tetapi 4 orang Turis Asing satu keluarga asal Spanyol telah kehilangan nyawa. Hal ini menjadi tamparan keras yang sangat berpotensi memperburuk citra pariwisata di Labuan Bajo saat ini dan kedepannya, baik dimata nasional maupun internasional,” ujar Politisi Senior PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai yang sudah 5 periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat.
Penilaian ini disampaikan melalui pesan singkat WhatsAppnya menanggapi pertanyaan media ini di Labuan Bajo, Senin siang (29/12/2015)
Ia menyatakan keheranannya sembari mempertanyakan sikap KSOP Labuan Bajo, membiarkan aktifitas pelayaran berlangsung ditengah kondisi cuaca extrim.
“Sungguh mengherankan, kenapa pihak KSOP Labuan Bajo mengijinkan kapal berlayar ditengah kondisi cuaca extrim?,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat itu.
Olehnya, Sil, berkomitmen menunjukan keperdulian atas peristiwa itu melalui forum Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat ,yang dijadwalkan digelar Senin sore (29/12/2025), untuk mendesak DPRD menyikapi tragedi tewasnya 4 turis asing asal Spanyol yang menumpang KM Putri Sakinah dengan langkah politis, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD dengan para pihak terkait.

” Melalui forum Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 1 DPRD Manggarai Barat sore nanti, Saya pasti mendesak untuk dilakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan tujuan untuk mengungkap dugaan kelalaian para pihak terkait, termasuk otoritas KSOP Labuan Bajo dengan jajaran terkait, serta pemilik Kapal.”
Bagi Sil, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, teristimewa yang bergerak di bidang pelayanan jasa kelautan, agar persoalan serupa yang kerap terjadi, bisa diminimalisir hingga tidak terjadi lagi kedepannnya.
“Jika peristiwa ini terjadi akibat kelalaian bahkan misalnya terindikasi adanya manipulasi izin pelayaran oleh oknum tertentu maka kita dorong proses hukum hingga sanksi tegas untuk memberikan efek jera,” tegasnya.
Pantauan media ini, keprihatinan atas tragedi itu, juga diungkapkan oleh Politisi PAN, Ino Peni, Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat. Bagi Ino, peristiwa naas tenggelamnya KM Putri Sakinah itu bukanlah yang pertama terjadi. Peristiwa serupa sudah kerap terjadi belasan kali.

” Ini bukan peristiwa baru. Sudah belasan kali terjadi hal serupa. Kalau sudah ada surat larangan berlayar, namun kapal tetap saja berangkat maka ada persoalan serius berkaitan dengan tanggungjawab dan pengawasan,” ungkap Ketua DPC PAN Kabupaten Manggarai Barat ini dalam forum Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat yang digelar di Labuan Bajo, Senin sore (29/12/2025)
Lebih lanjut, Ino juga memandang perlunya penegakan hukum guna menjamin keamanan dan keselamatan wisawatan.
” Perlu dilakukan proses hukum bagi para pihak terkait. Sebab, kalau tidak ditindak tegas maka hal ini akan terus terjadi dan menimbulkan ketakutan bagi wisatawan untuk datang ke Labuan Bajo,” ujarnya.
Masih di waktu dan tempat yang sama, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyatakan peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah di daerahnya sebagai duka yang sangat mendalam, tidak hanya untuk Manggarai Barat tetapi juga menjadi duka nasional.
” Ini bukan hanya duka bagi Manggarai Barat, tetapi juga duka bagi bangsa dan negara,” ungkap Bupati Edi dihadapan peserta Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 1 DPRD Manggarai Barat 2025.
Lebih lanjut Bupati Edi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat saat lebih pada upaya ekstra untuk menemukan tiga dari empat orang korban tewas yang belum ditentukan hingga pencarian hari keempat , Senin (29/12/2025.
” Seluruh Konsentrasi energi dan doa kita saat ini adalah bagaimana ketiga korban bisa ditemukan,” ujarnya.
Ia pun berharap agar keterlibatan langsung Kapolda dengan dukungan peralatan yang memadai hingga proses pencarian membuahkan hasil yang memuaskan.
” Saya berharap, dengan keterlibatan langsung Kapolda dan dukungan peralatan memadai, proses pencarian membuahkan hasil,” tuturnya.
Diketahui, empat WNA asal Spanyol yang sebelumnya dilaporkan hilang yakni Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat belum berhasil dimintai tanggapannya terkait desakan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Silverius Syukur untuk menggelar RDP guna mengungkap penyebab terjadinya tragedi naas di wilayah itu. ***
Editor : Redaksi .
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.