Beranda » PDI Perjuangan Gelar Rakernas, sekaligus Merayakan HUT ke 53 di Jakarta : KSB DPC Manggarai Barat hadir lengkap !
ISTANA NETIZEN.COM – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) genap berusia 53 tahun, lebih dari setengah abad pada ulang tahunnya yang ke 53, Sabtu (10/1/2026)
Pada peringatan HUT partai besutan Megawati Soekarnoputri yang ke-53 ini diisi dengan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) selama 3 hari, berlangsung di Beach City Internasional Stadium, Ancol, Jakarta sejak 10-12 Januari 2026.
Rakernas partai berlambang Banteng bermoncong putih itu dihadiri segenap pengurus dan kader partai tingkat DPC dari 514 kabupaten dan kota serta DPD dari 38 provinsi di Indonesia.
Turut hadir, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat, Silverius Syukur bersama Sekretaris, Agustinus Jik dan Lasarus Pen selaku Bendahara.

” Kami dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat juga wajib hadir memenuhi undangan DPP melaksanakan Rakernas bertepatan dengan HUT PDI Perjuangan yang ke – 53 pada 10 Januari 2026,” ungkap Agus, sapaan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai di Labuan Bajo, melalui sambungan telepon selulernya kepada media ini, Kamis malam (8/1/2026)
Menurut Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto, Rakernas kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan namun mempertegas konsolidasi PDI Perjuangan sebagai partai Penyeimbangan dalam kerja nyata ditengah rakyat.
” Didalam rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan, hingga program interval Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,” beber Hasto kepada wartawan di Jakarta (9/1/2026

Hasto membeberkan rangkaian agenda dimulai dari Pembukaan HUT ke-53 PDIP pada Sabtu (10/1/2026), dilanjutkan dengan pelaksanaan Rakernas hingga 12 Januari 2026 yang dihadiri pengurus pusat Partai, pengurus provinsi dan kabupaten / kota dari seluruh Indonesia, serta anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD provinsi/kabupaten/kita, serta kepala daerah/wakil kepala daerah PDIP.
Disebutkan bahwa Rakernas ini menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang telah dilaksanakan Agustus 2025.
Lebih lanjut Hasto menegaskan
PDIP akan terus meneguhkan komitmen perjuangan bagi kemanusiaan dan keadilan serta keberpihakan pada rakyat sebagaimana tampak pada sejumlah aksi konkreat penanganan bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP) di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan wilayah lain yang terkena bencana.
” PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata ditengah rakyat menghadapi berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah ditanah air, dengan spirit keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Hasto.
Rakernas kali ini yang bertepatan dengan HUT PDI Perjuangan ke-53 mengambil tema : ” Satyam Eva Jayate, dengan sub tema ” Disanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.
Slogan ini menggunakan bahasa Sansekerta yang memiliki arti ” Kebenaran Akan Menang “
Tema Satyam Eva Jayate dipilih sebagai perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya 1 Juni 1945.
Bagi para pemuda, lanjut Hasto, Satyam Eva Jayate bukan sekadar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis dalam spirit kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi serta berani menempuh jalan anti mainstream didalam memperjuangkan kebenaran, dan keadilan.
Hasto menguraikan bahwa penegasan sub tema ” Di Sanalah Aku untuk Selama-lamanya ” merupakan kutipan syair lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman itu hendak menggambarkan daya tahan (recilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate.
” Keteguhan terhadap posisi ” di sanalah aku berdiri” juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan ditengah godaan pragmatisme politik,” terangnya.
Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat, Silverius Syukur, Usia 53 tahun, sebuah perjalanan panjang yang tidak sekadar deretan angka, melainkan gambaran ketangguhan dan konsistensi ideologis serta keteguhan dalam menjaga demokrasi, serta komitmen keberpihakan yang nyata dan terukur terhadap Rakyat dan NKRI .
Dalam lintasan waktu lebih dari setengah abad, 53 tahun itu, lanjut Sil ; penuh dinamika menghadapi realitas politik penuh tekanan kekuasaan, marginalisasi politik, hingga pergulatan reformasi 1998. PDI Perjuangan tetap bertahan sebagai kekuatan politik yang meneguhkan jati diri ideologisnya : Nasionalisme , Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.
Pada titik inilah Rakernas dengan tema “Satyam Eva Jayate” yang berarti “Kebenaran Pasti Menang” dengan sub tema ” Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” bagi Sil, sejatinya ingin menyampaikan pesan diplomatik kepada semua pihak baik ke dalam di internal tubuh organisasi politik PDIP bersama seluruh jajarannya, juga kepada pihak external bahwa bagi PDIP, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan melainkan sarana perjuangan nilai.
Prinsip inilah yang menjadi fondasi moral sekaligus arah gerak partai dalam menatap dan menyikapi aneka persoalan riil rakyat di masa lalu, kini dan kedepan***
Editor : Redaksi
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.