Beranda » Pupuk Indonesia Bekukan Penyaluran PPTS di Bone; LMI-NTT Desak Penanganan Kelangkaan Pupuk di Manggarai Timur !
ISTANA NETIZEN.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) membekukan sementara aktivitas penyaluran pupuk bersubsidi pada Penerima Pada Titik Serah (PPTS) UD Usaha Madu Tani di Desa Cani Sirenreng, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Pembekuan dilakukan setelah adanya laporan petani yang menduga PPTS tersebut menyalahgunakan uang pembayaran pupuk bersubsidi. Akibatnya, sejumlah petani belum menerima pupuk yang telah dibayar.
Pupuk Indonesia kemudian melakukan klarifikasi dan musyawarah bersama pihak terkait. Pertemuan dihadiri Camat Ulaweng, Koordinator BPP Kecamatan Ulaweng, pemilik PPTS UD Usaha Madu Tani, Kepala Desa Cani, Kapolsek Ulaweng, Babinsa Desa Cani Sirenreng, serta kelompok tani terdampak. Dalam pertemuan itu, petani sepakat untuk sementara tidak dilayani oleh PPTS tersebut hingga persoalan selesai.
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menegaskan pihaknya akan bersikap tegas terhadap pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

“Kami berkomitmen mendukung pemerintah dalam penyaluran pupuk subsidi yang lebih baik. Pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah, sehingga tidak boleh disalahgunakan,” ujarnya, Minggu 10 Mei 2026.
Selama proses penyelesaian, penyaluran pupuk dialihkan ke PPTS resmi lain agar kebutuhan petani tetap terpenuhi. Pelaku Usaha Distribusi yang menaungi PPTS UD Usaha Madu Tani juga akan mengawal penyelesaian kasus ini.
“Pupuk menjadi agroinput yang sangat penting bagi petani, terlebih jika musim tanam datang sehingga kebutuhan pupuk tidak dapat ditunda,” jelas Wisnu.
LMI-NTT Soroti Kelangkaan Pupuk di Manggarai Timur
Ketua Lembaga Monitoring Independen NTT, Marsel Adrianus Pelealu, mengimbau petani penerima pupuk subsidi di 22 kabupaten/kota di NTT, khususnya di 12 kecamatan di Manggarai Timur, agar melaporkan segala bentuk ketimpangan dalam penyaluran pupuk subsidi.

“Saya imbau para petani berani melaporkan kepada PT Pupuk Indonesia jika ditemukan perlakuan yang mempersulit dan merugikan petani terkait pengadaan dan penyaluran pupuk subsidi jelang musim tanam,” kata Marsel kepada Istana http://Netizen.Com, Selasa 12 Mei 2026.
Marsel menyebut berdasarkan pantauannya terjadi keterlambatan dan kelangkaan pupuk subsidi setiap musim tanam tiba, terutama musim tanam pertama sejak Januari. Ia juga menyoroti adanya pupuk subsidi yang dijual di kios masyarakat dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi.
Ia mendorong petani melaporkan persoalan tersebut kepada Kepala Desa, Lurah, Camat, Kepala Balai Penyuluh Pertanian, Kapolsek, Kepala Dinas Pertanian, hingga Kapolres Manggarai Timur. LMI-NTT juga siap menerima dan meneruskan keluhan petani ke pihak berwenang.
Marsel meminta perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Flores di Labuan Bajo bertindak tegas merespons keluhan petani di Manggarai Timur.
“Saya desak PT Pupuk Indonesia segera menyikapi keluhan petani terkait seringnya terjadi keterlambatan dan kelangkaan pupuk subsidi setiap musim tanam,” ujarnya.
Keluhan Petani di Manggarai Timur
Sejumlah petani di Desa Deno, Kecamatan Lamba Leda Selatan, serta di Desa Wejang Mawe, Desa Bangka Arus, dan Desa Watu Arus yang meminta namanya tidak dipublikasikan membenarkan adanya keterlambatan dan ketiadaan pupuk subsidi setiap musim tanam padi pada Desember hingga Januari.
“Beberapa tahun terakhir, setiap musim tanam pupuk subsidi selalu terlambat bahkan tidak ada sama sekali saat kami mau tanam padi. Karena butuh, terpaksa kami beli pupuk subsidi yang dijual bebas di kios warga dengan harga jauh di atas subsidi, antara Rp300.000 hingga Rp400.000 per pasang,” ungkap para petani, Selasa 12 Mei 2026.
Para petani juga menyebut menjelang musim tanam mereka diminta membayar uang tebus pupuk subsidi terlebih dahulu, tetapi pupuk baru diterima tiga minggu hingga lebih dari sebulan kemudian. Distribusi pun sering tidak lengkap, misalnya hanya urea yang datang terlebih dahulu, sedangkan pupuk NPK menyusul.
Hingga berita ini diterbitkan, Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah Flores di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat belum memberikan tanggapan atas konfirmasi media.
Penulis/Editor: Tim Redaksi Istana Netizen.Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.