Beranda » UMMAT Tegaskan Demokrasi Tak Boleh Dibungkam Usai Dugaan Intimidasi terhadap Amien Rais !
ISTANANETIZEN.COM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) merespons kabar dugaan ancaman dan intimidasi terhadap tokoh reformasi Amien Rais. Dalam siaran pers bertajuk “Menolak Ancaman, Menjaga Demokrasi” yang dirilis Kamis, 14 Mei 2026, kampus menegaskan pentingnya menjaga ruang kebebasan berpendapat.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, menyatakan setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik di ruang publik.
“Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik dan pandangan di ruang publik, termasuk Amien Rais,” ujarnya.
Pihak kampus menilai perbedaan pendapat merupakan bagian penting dalam demokrasi. Menurut Dr. Erwin, perbedaan tersebut seharusnya diselesaikan melalui dialog dan argumentasi, bukan melalui intimidasi.
“Perbedaan pendapat adalah bagian penting dalam demokrasi dan seharusnya dijawab melalui dialog serta argumentasi, bukan intimidasi atau ancaman,” katanya.
Pernyataan UMMAT tersebut langsung mendapat perhatian publik di media sosial. Sebagian warganet menilai sikap kampus menunjukkan keberanian dalam menjaga ruang demokrasi. Sebagian lain menilai situasi politik saat ini memang semakin sensitif terhadap kritik publik.
Di tengah polemik, perdebatan publik bergeser pada batas antara kritik politik, kebebasan berpendapat, dan potensi tekanan terhadap tokoh yang bersuara keras. Sorotan kini tidak hanya pada kasus Amien Rais, tetapi juga pada praktik demokrasi dan kebebasan berpendapat di tengah dinamika politik nasional.
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istananetizen.Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.