Beranda » Prabowo Ungkap Menteri Sempat Tanya Tender ‘Orang’ PDIP, Jawabnya: Kalau Menang, Ya Menang !
ISTANA NETIZEN.COM – Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal hubungan pemerintah dengan PDIP yang berada di luar koalisi. Hal itu disampaikan dalam pidatonya di rapat paripurna DPR RI, Rabu, dilansir Tribunnews Update 20/5/2026, saat memaparkan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah.
1. Sikap Prabowo: Tidak Bedakan Latar Belakang Politik di Proyek Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak membedakan latar belakang partai politik dalam setiap tender proyek.
“Tapi tanya, saya selalu mengatakan menteri-menteri minta petunjuk ini bagaimana Pak, ada proyek ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP. Bener? Ayo, menteri-menteri benar kan. Tapi apa jawaban saya, apa jawaban saya tidak ada masalah kalau dia menang, dia menang saja jangan kita lihat latar belakangnya.”
2. Mencontoh Sikap Megawati Saat Belum Berkuasa
Prabowo menyebut sikapnya itu mencontoh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mengaku pernah dibantu Megawati di bidang ekonomi saat belum menjadi Presiden.
“Karena waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi.”
3. Intervensi Megawati: Tender Menang Harus Diteruskan
Menurut Prabowo, Megawati pernah mengintervensi agar tender yang dimenangkan perusahaannya tidak diganggu. Prinsip itulah yang kini dipegang Prabowo sebagai Presiden.
“Saya mau terbuka. Saya enggak berkuasa waktu itu alias lontang-lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan. Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang Presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia benar, dia menang dengan benar, harus kita berikan.”
4. Apresiasi untuk PDIP sebagai Oposisi
Prabowo menyampaikan terima kasih kepada PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan. Ia menilai peran check and balances penting dalam demokrasi.
“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati dan saya hargai itu demokrasi kita perlu check and balances,” ungkap Prabowo seraya melanjutkan :
“Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapan terima kasih kepada PDIP. Saudara, berjasa untuk demokrasi kita.”
5. Keinginan Gotong Royong, Tapi Kritik Tetap Perlu
Prabowo mengaku sebenarnya ingin semua parpol ada di pemerintahan agar gotong royong membangun bangsa. Namun ia sadar kritik dan pengawasan tetap dibutuhkan. “Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah alangkah manisnya, alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi.”
6. Kritik PDIP Keras Tapi Berdasar
Presiden menilai kritikan PDIP kepada pemerintah terkadang sangat keras hingga membuatnya pilu. Namun ia yakin kritik itu punya dasar.

“Terima kasih atas pengawasan saudara, kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDIP, kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar lama-lama, mungkin ada dasarnya.”
7. Pepatah Soal Kritik sebagai Penyelamat
Prabowo menutup dengan pepatah bahwa peringatan atau kritik, meski tidak disukai, tujuannya untuk menyelamatkan.
“Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita walaupun kita tidak suka dikasih peringatan tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita saudara-saudara sekalian.”
Penulis/Editor : Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.