Currently Playing
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
PANGDAM IX/UDAYANA TIBA DI LABUAN BAJO, DANDIM 1630/MABAR SAMBUT LANGSUNG DI BANDARA KOMODO

PANGDAM IX/UDAYANA TIBA DI LABUAN BAJO, DANDIM 1630/MABAR SAMBUT LANGSUNG DI BANDARA KOMODO

Juni 9, 2026

Bersih-bersih BGN: Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Gantikan Dadan Hindayana yang Terseret Korupsi

Juni 8, 2026
Elias Dabur Geram: Kasus Edi-Hery Dibajak Ego Pengacara, Kebenaran Materiil Dikubur Olok-Olok

Elias Dabur Geram: Kasus Edi-Hery Dibajak Ego Pengacara, Kebenaran Materiil Dikubur Olok-Olok

Juni 8, 2026
Rudi Sinaba Sorot Bahaya Kronigarki: Meritokrasi Kalah oleh Relasi dan Modal

Rudi Sinaba Sorot Bahaya Kronigarki: Meritokrasi Kalah oleh Relasi dan Modal

Juni 8, 2026
  • HOME
  • BERITA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • BISNIS
  • OLAHRAGA
  • BUDAYA
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • TRAVEL
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
  • HOME
  • BERITA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • BISNIS
  • OLAHRAGA
  • BUDAYA
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • TRAVEL
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • BISNIS
  • OLAHRAGA
  • BUDAYA
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • TRAVEL
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • BISNIS
  • OLAHRAGA
  • BUDAYA
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • TRAVEL
ADVERTISEMENT

Beranda » Rudi Sinaba: Kritik Tiyo Soal MBG Bukan Ramalan, Tapi Alarm yang Kini Terbukti Beralasan

Rudi Sinaba: Kritik Tiyo Soal MBG Bukan Ramalan, Tapi Alarm yang Kini Terbukti Beralasan

Adrianus Jehamat by Adrianus Jehamat
Juni 7, 2026
in OPINI
0
Rudi Sinaba: Kritik Tiyo Soal MBG Bukan Ramalan, Tapi Alarm yang Kini Terbukti Beralasan
0
SHARES
48
VIEWS
Share on Facebook

ISTANA NETIZEN.com – Polemik pernyataan Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM, soal Program Makan Bergizi Gratis kembali disorot setelah muncul dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional. Melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu 6 Juni 2026, pengamat publik Rudi Sinaba menilai kritik Tiyo yang sempat disebut “berlebihan” oleh Istana kini menemukan relevansinya.

Gambar tangkapan layar Rudi Sinaba.

BACAJUGA

Yance Janggat: Perseteruan SEH vs HN Tak Jatuhkan Popularitas, Stop Paranoid Kekuasaan

Yance Janggat: Perseteruan SEH vs HN Tak Jatuhkan Popularitas, Stop Paranoid Kekuasaan

Juni 7, 2026
Yudi Latif: Demokrasi Indonesia Butuh Institusi Kuat, Bukan Sekadar Figur dan Pemilu

Yudi Latif: Demokrasi Indonesia Butuh Institusi Kuat, Bukan Sekadar Figur dan Pemilu

Juni 7, 2026

Gambar tangkapan layar : Rudi Sinaba.

Plesetan Tiyo Picu Kegaduhan Nasional

Rudi membuka tulisannya dengan mengingatkan kegaduhan nasional yang dipicu plesetan Tiyo.

Gambar tangkapan layar : Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM,

“Pernyataan Tiyo Ardianto yang memplesetkan MBG menjadi ‘Maling Berkedok Gizi’ dan menyebut SPPG sebagai ‘Satuan Penjilat Prabowo-Gibran’ sempat memicu kegaduhan nasional,” tulis Rudi.

Istana Sebut Kritik Tak Berbasis Fakta

Saat itu, menurut Rudi, Istana merespons keras.

“Kritik itu dianggap berlebihan, tidak berbasis fakta, bahkan dinilai menghina jutaan pekerja dan puluhan juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, memposisikan mahasiswa sebagai “kelompok yang terlalu cepat menuduh sebelum memahami kenyataan”.

Sejarah Menjawab Lewat Fakta, Bukan Bantahan

Namun Rudi menegaskan bahwa sejarah sering menjawab kritik bukan lewat bantahan resmi, melainkan fakta yang muncul belakangan.

“Dan ketika fakta itu datang, yang berubah bukan hanya isi perdebatan, melainkan juga posisi mereka yang sebelumnya merasa paling yakin berada di pihak kebenaran,” kutip Rudi.

Kritik Tiyo Lahir dari Kegelisahan Tata Kelola

Ia menilai kritik Tiyo “tidak lahir dari ruang hampa”. Kritik itu, tulisnya,

“muncul dari kegelisahan atas besarnya anggaran publik yang dikelola, minimnya transparansi, munculnya dugaan konflik kepentingan, hingga kekhawatiran bahwa program yang menyentuh puluhan juta warga itu dapat berubah menjadi instrumen mobilisasi dukungan politik dan rente kekuasaan.”

Pemerintah Fokus pada Gaya Bahasa, Bukan Substansi

Rudi menyoroti fokus pemerintah saat kritik dilontarkan.

“Pada saat kritik itu dilontarkan, pemerintah memilih fokus pada gaya bahasa Tiyo. Plesetan dianggap masalah utama. Pilihan diksi dipersoalkan. Nada kritik diperdebatkan,” ungkapnya.

Dugaan Korupsi BGN Ubah Arah Perdebatan

Padahal, beberapa bulan kemudian, publik dihadapkan pada kabar serius.

“Dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional, polemik jual beli titik SPPG, konflik kepentingan dalam pengelolaan program, hingga proses hukum yang menyeret sejumlah pejabat,” tulis Rudi.

Akibatnya,

“Tiba-tiba pertanyaan yang dulu dianggap terlalu sinis berubah menjadi sesuatu yang layak diperiksa lebih jauh.”

Kritik Sasar Tata Kelola, Bukan Menu Makanan

Menurut Rudi, substansi kritik mahasiswa sejak awal bukan soal menu makanan.

“Kritik mereka menyasar sesuatu yang lebih mendasar: tata kelola kekuasaan. Sebab dalam praktik administrasi publik, korupsi hampir tidak pernah dimulai dari dapur. Ia biasanya dimulai dari meja rapat, surat keputusan, penunjukan pihak tertentu, dan akses terhadap proyek yang bernilai besar,” tegasnya.

Beban Pembuktian Berpindah ke Pemerintah

Rudi menyebut ada ironi ketika Istana dulu menuntut bukti dari Tiyo.

“Kini setelah muncul berbagai dugaan penyimpangan, publik justru mulai bertanya kepada pemerintah: apakah mekanisme pengawasan program sebesar itu memang sudah cukup kuat sejak awal? Beban pembuktian perlahan berpindah tangan,” paparnya.

Kasus Hukum Tak Otomatis Vonis Seluruh Program

Meski begitu, Rudi mengingatkan publik agar tidak terjebak generalisasi.

“Keberadaan kasus hukum tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh pelaksana MBG korup. Tidak pula membuktikan bahwa SPPG adalah penjilat Prabowo dan Gibran. Menyimpulkan demikian sama kelirunya dengan menganggap kritik mahasiswa otomatis menghina semua penerima manfaat program,” tulisnya.

Substansi Kritik Punya Pijakan Faktual

Namun ia menegaskan satu hal yang sulit dibantah.

“Sebagian substansi kritik ternyata memiliki pijakan faktual. Ketika dugaan jual beli titik SPPG muncul, ketika konflik kepentingan mulai dibongkar, ketika aparat penegak hukum mulai bekerja, publik memperoleh alasan untuk melihat kritik mahasiswa secara berbeda,” ujar Rudi.

Kritik itu, lanjutnya,

“bukan sebagai ramalan yang pasti benar, melainkan sebagai alarm yang mungkin berbunyi lebih awal daripada yang diinginkan penguasa.”

Masalah Utama: Kekuasaan Merasa Kritik Pasti Salah

Bagi Rudi, persoalan utama bukan pada kerasnya kritik.

“Persoalan terbesar justru ketika kekuasaan terlalu percaya bahwa kritik pasti salah. Sebab sejarah politik menunjukkan bahwa banyak skandal besar pada awalnya selalu terdengar seperti tuduhan yang berlebihan. Sampai suatu hari dokumen muncul. Sampai suatu hari saksi berbicara. Sampai suatu hari aparat hukum mengetuk pintu,” tulisnya.

Polemik Ini Soal Kerendahan Hati Negara

Menutup opininya, Rudi menilai polemik Tiyo dan Istana bukan soal siapa yang lebih kasar.

“Polemik itu berbicara tentang sesuatu yang lebih penting: apakah negara cukup rendah hati untuk mendengarkan kegelisahan publik sebelum kegelisahan itu berubah menjadi perkara hukum,” katanya.

Satire Keras Simpan Pertanyaan Sederhana

Ia pun melontarkan pertanyaan reflektif.

“Mungkin yang perlu ‘dikunyah’ lebih lama bukan kritik mahasiswa. Mungkin yang perlu dikunyah lebih lama justru keyakinan bahwa setiap kritik keras pasti lahir dari kebencian,” tutup Rudi.

Kemudian  menambahkan

“Sebab terkadang, di balik satire yang berlebihan, tersembunyi pertanyaan yang sangat sederhana: siapa yang mengawasi para pengawas ketika uang rakyat mulai mengalir dalam jumlah yang luar biasa besar?”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Badan Gizi Nasional terkait opini Rudi Sinaga tersebut.***

Penulis  Opini : Rudi Sinaba

Editor : Tim Redaksi Istana Netizen

Previous Post

TELAK! Edi Hardum Sebut Berita Pena1NTT Sesat & Vonis Sepihak: “Saya Menduga, Bukan Menuduh”

Next Post

Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi “Reformasi Jilid 2”

POS TERKAIT

Yance Janggat: Perseteruan SEH vs HN Tak Jatuhkan Popularitas, Stop Paranoid Kekuasaan
OPINI

Yance Janggat: Perseteruan SEH vs HN Tak Jatuhkan Popularitas, Stop Paranoid Kekuasaan

Juni 7, 2026
Yudi Latif: Demokrasi Indonesia Butuh Institusi Kuat, Bukan Sekadar Figur dan Pemilu
OPINI

Yudi Latif: Demokrasi Indonesia Butuh Institusi Kuat, Bukan Sekadar Figur dan Pemilu

Juni 7, 2026
Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi “Reformasi Jilid 2”
OPINI

Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi “Reformasi Jilid 2”

Juni 7, 2026
Frans Mado: Petani Perlu Bangun “Kerajaan Bisnis” agar Oligarki Tak Mendominasi Ekonomi Desa !
BERITA

Frans Mado: Petani Perlu Bangun “Kerajaan Bisnis” agar Oligarki Tak Mendominasi Ekonomi Desa !

Mei 16, 2026
Putusan MK 71/2026 dan Klarifikasi Soal Pemindahan IKN: Jalan Hukum yang Sudah Dirancang Sejak Awal
OPINI

Putusan MK 71/2026 dan Klarifikasi Soal Pemindahan IKN: Jalan Hukum yang Sudah Dirancang Sejak Awal

Mei 15, 2026
Grand Desain Kerja Sama NTT-Australia : Frans Mado Usulkan “Sahabat Seberang Lautan”.
OPINI

Grand Desain Kerja Sama NTT-Australia : Frans Mado Usulkan “Sahabat Seberang Lautan”.

Mei 13, 2026
Next Post
Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi “Reformasi Jilid 2”

Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi "Reformasi Jilid 2"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Yudi Latif: Demokrasi Permusyawaratan Bukan Sekadar Mufakat, Tapi Kelola Konflik Secara Beradab !

Yudi Latif: Demokrasi Permusyawaratan Bukan Sekadar Mufakat, Tapi Kelola Konflik Secara Beradab !

2 minggu ago
Rudi Sinaba: Kritik Tiyo Soal MBG Bukan Ramalan, Tapi Alarm yang Kini Terbukti Beralasan

Rudi Sinaba: Kritik Tiyo Soal MBG Bukan Ramalan, Tapi Alarm yang Kini Terbukti Beralasan

3 hari ago
Pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai Kekurangan Kendaraan Dinas !

Pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai Kekurangan Kendaraan Dinas !

7 bulan ago
Reses hari ketiga anggota DPRD PDIP Kabupaten Manggarai Barat : Warga Pulau Boleng Usul Pembangunan Tanggul dan Penyediaan Tenaga Medis !

Reses hari ketiga anggota DPRD PDIP Kabupaten Manggarai Barat : Warga Pulau Boleng Usul Pembangunan Tanggul dan Penyediaan Tenaga Medis !

2 bulan ago

FOLLOW US

    BROWSE BY CATEGORIES

    • BERITA
    • DAERAH
    • HUKUM DAN KRIMINAL
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • POLITIK
    • Uncategorized

    BROWSE BY TOPICS

    Andreas Hugo Pareira Bantuan Operasional Sekolah Doa Kebangsaan Manggarai Barat Natas Labar Motang Rua PDI Perjuangan SMKN 1 Labuan Bajo
    Currently Playing
    • Trending
    • Comments
    • Latest

    Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

    Mei 30, 2026
    Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

    Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

    Juni 2, 2026
    Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

    Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

    Mei 28, 2026
    Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

    Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

    Mei 28, 2026
    Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

    Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

    0
    Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

    Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

    0
    Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

    Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

    0
    PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

    PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

    0
    PANGDAM IX/UDAYANA TIBA DI LABUAN BAJO, DANDIM 1630/MABAR SAMBUT LANGSUNG DI BANDARA KOMODO

    PANGDAM IX/UDAYANA TIBA DI LABUAN BAJO, DANDIM 1630/MABAR SAMBUT LANGSUNG DI BANDARA KOMODO

    Juni 9, 2026

    Bersih-bersih BGN: Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Gantikan Dadan Hindayana yang Terseret Korupsi

    Juni 8, 2026
    Elias Dabur Geram: Kasus Edi-Hery Dibajak Ego Pengacara, Kebenaran Materiil Dikubur Olok-Olok

    Elias Dabur Geram: Kasus Edi-Hery Dibajak Ego Pengacara, Kebenaran Materiil Dikubur Olok-Olok

    Juni 8, 2026
    Rudi Sinaba Sorot Bahaya Kronigarki: Meritokrasi Kalah oleh Relasi dan Modal

    Rudi Sinaba Sorot Bahaya Kronigarki: Meritokrasi Kalah oleh Relasi dan Modal

    Juni 8, 2026

    Kategori

    • BERITA
    • DAERAH
    • HUKUM DAN KRIMINAL
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • POLITIK
    • Uncategorized
    • TENTANG KAMI
    • DISCLAIMER
    • PEDOMAN MEDIA SIBER

    Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • BISNIS
    • OLAHRAGA
    • BUDAYA
    • OPINI
    • GAYA HIDUP
    • TRAVEL

    Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In