Beranda » Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan
RUTENG, ISTANANETIZEN.com – Pemerintahan Kabupaten Manggarai gelar aksi do’a kebangsaan bersama segenap komponen masyarakat lintas profesi sebagai antisipasi mencegah terjadinya aksi anarkis yang marak terjadi di berbagai kota di Indonesia yang berawal di Ibukota NKRI di Jakarta sejak pertengahan hingga akhir Agustus tahun ini. Aksi Do’a Kebangsaan yang diprakarsai Pemkab Manggarai ini berlangsung di alun-alun Kantor Bupati Manggarai yang populer dikenal oleh warga masyarakat setempat dengan sebutan “Natas Labar” di Ruteng, Flores – NTT, Selasa sore (2/9/2025).
Hadir dalam kegiatan ini unsur Forkompimda: Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Wakil Bupati Fabianus Abu, Plh Sekda Manggarai Lamber Paput, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paul Peos, Kajari Manggarai, Fauzi,S.H., Kapolres Manggarai, AKBP Hendry Saputra, Dandim 1612 Manggarai, Letkol ARH Amos Cimenius Silaban, dan pimpinan lintas agama serta tokoh masyarakat hingga ketua FKUB Kabupaten Manggarai, Suster Maria Yohana SSpS, Ketua GMNI Kabupaten Manggarai, Meldiyani Yolfa Jaya. Turut hadir para pelajar dari SD dan SMP hingga SMA se-kota Ruteng serta warga masyarakat.
Kegiatan diawali orasi singkat Ketua FKUB Kabupaten Manggarai, disusul Ketua GMNI Kabupaten Manggarai, Kajari Manggarai, Kapolres Manggarai, Dandim 1612 Manggarai, ditutup Bupati Manggarai.
Dalam orasi singkatnya , Hery Nabit, sapaan akrab Bupati Manggarai dua periode ini menegaskan bahwa kegiatan ini, tidak dimaksudkan untuk membungkam semua suara kritis dari berbagai komponen masyarakat, melainkan justru untuk memastikan setiap kelompok boleh bersuara dalam spirit persaudaraan. Meskipun ada perbedaan sebagai keniscayaan demokrasi namun dipersilahkan untuk menyuarakan aspirasi yang ingin disampaikan.
Bagi politisi PDIP ini, dalam perbedaan yang amat ekstrim sekalipun, Manggarai tetaplah menjadi bagian integral dari rumah besar Indonesia Raya.
” Kita harus tetap ingat bahwa Manggarai sampai kapanpun akan tetap menjadi bagian dari Indonesia Raya,” ungkapnya.
Bagi Hery, Negara dan rakyat itu ibarat rumah dan penghuni. Dalam arti ini, Pemerintah hadir sebagai pengurus rumah yang memberikan kepada penghuni , dan memastikan bahwa penghuni mendapatkan manfaat mendiami rumah.
” Kalaulah ada hal-hal yang belum maksimal dilakukan oleh para pengurus rumah, mari dibicarakan dengan baik,” pintanya.
Lebih jauh Bupati Manggarai ini menegaskan unjuk rasa, demonstrasi, adalah sah menurut undang-undang, tetapi menurutnya undang-undang yang sama, juga memberikan rambu-rambu yang akan menjamin bahwa unjuk rasa dilakukan dengan damai.
” Kita mencintai Indonesia dengan cara kita masing-masing. Ada yang mencintai dari kelebihannya, karena itu dia membayar pajak lebih besar. Ada yang mencintai dari kekurangan dan kesederhanaannya. Karena itu, kontribusinya adalah menjaga kedamaian,” tuturnya seraya mengajak segenap komponen masyarakat untuk sama-sama menjaga kedamaian dan menghindari demo anarkis.
” Karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat Manggarai. Meskipun mungkin esok hari, atau pada hari-hari berikutnya akan ada satu dua organisasi melakukan unjuk rasa. Mari kita jaga bersama supaya setiap unjuk rasa yang dilakukan terlaksana dengan cara-cara yang damai, menghindari diri dari anarkisme,” tegasnya.
Kegiatan ini bertajuk ” Do’a Damai Dari Manggarai Untuk Indonesia Maju”. Puncak kegiatan dilakukan dengan menyalakan lilin secara bersama oleh ribuan peserta yang memadati Natas Labar disertai nyanyian oleh perwakilan pelajar , disusul lantunan doa oleh para pemimpin/ perwakilan agama : Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Buda.***
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.