Beranda » Rakernas PDIP Resmi Ditutup : Hasilkan 8 Rekomendasi Eksternal !
ISTANA NETIZEN.COM – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP-PDIP) secara resmi telah menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Rakernas yang telah berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (10/1) telah menghasilkan delapan Rekomendasi yang menggambarkan sikap dan arah politik partai besutan Megawati Soekarnoputri kini dan kedepan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Aceh, Jamaludin Idham mendapat kehormatan membacakan 8 tantangan yang menjadi rekomendasi eksternal yang dinilai sangat penting guna disikapi.
Dalam pemaparannya dihadapan ribuan pengurus dan segenap kader partai berlogo moncong putih ini menegaskan bahwa PDIP menempatkan agenda politiknya pada upaya merespon aneka persoalan fundamental bangsa melalui identifikasi delapan tantangan utama yang tengah dihadapi Indonesia saat ini dan kedepan.
Jamaludin memastikan sikap politik PDIP tetap kokoh berpijak pada ideologi Pancasila dengan semangat kelahirannya 1 Juni 1945. Politik, lanjutnya, harus dipandu oleh ide, imajinasi, etika, serta cita-cita luhur Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri sebagai fondasi perjuangan partai berlogo Banteng bermoncong putih ini.
Jamaludin Idham, Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh
” Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Raya yang diamanatkan oleh Bung dan para pendiri republik, PDIP menempatkan etika, moral, keteladanan, dan kebenaran hakiki sebagai panduan perjuangan politik,” ungkap Jamaludin seraya menambahkan : ” Kebenaran itu adalah kebenaran Ideologis Pancasila; kebenaran konstitusional berdasarkan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1946, serta kebenaran etika yang berpihak kepada Rakyat,” ujarnya
Ia menyadari bahwa bahwa tantangan PDI Perjuangan kedepannya tidaklah ringan. Setidaknya terdapat 8 tantangan besar yang saling berkaitan satu dengan lainnnya.
Intinya, ada 8 tantangan utama yang diidentifikasi oleh PDIP yang dijadikan sebagai rekomendasi sikap politik partai untuk menjawabnya.
Adapun 8 Rekomendasi Eksternal PDI Perjuangan adalah :
1. Krisis Keteladanan Bernegara.
PDIP menyoroti adanya krisis keteladanan yang disebabkan oleh penyelewengan etika dan tata perilaku dalam berbangsa dan bernegara, yang berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.
2. Otoritarianisme Populis.
Partai ini mengkritik keras bekerjanya otoritarianisme populis yang membungkam suara kritis, mengabaikan mekanisme checks and balance, serta menyalahgunakan kekuasaan negara. Ini juga termasuk pelanggaran tata kelola pemerintahan yang baik dan praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan aspirasi rakyat.
3. Robohnya Supremasi Hukum.
Rekomendasi ini menyoroti runtuhnya supremasi hukum yang membuat hukum kehilangan ruh kemanusiaan yang beradab.
4. Tantangan Ekonomi Sistemik.
PDIP melihat adanya masalah ekonomi sistemik, seperti keterbatasan fiskal, penumpukan utang luar negeri, korupsi, hingga deindustrialisasi yang memicu peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan.
5. Bencana Ekologis.
Bangsa Indonesia juga dihadapkan pada bencana dan malapetaka ekologis akibat kesalahan kebijakan tata ruang, konversi hutan yang tidak terkendali, serta industrialisasi ekonomi yang bersifat ekstraktif.
6. Dinamika Geopolitik Global.
Tantangan ini mencakup bangkitnya kembali neo-otoritarianisme dan neo-imperialisme yang berpotensi mengancam kedaulatan dan keadilan global.
7. Sikap Politik sebagai Partai Penyeimbang.
PDIP menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ini bukan oposisi tanpa dasar, melainkan upaya untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, serta memastikan demokrasi berjalan pada relnya.
8. Peningkatan Kualitas Demokrasi.
PDIP berkomitmen untuk memperkuat mekanisme kontrol terhadap kekuasaan negara sebagai langkah penting mencegah pemusatan kekuasaan yang berpotensi mencederai hak sipil. Ini juga termasuk pelembagaan partai politik, perlakuan yang setara dan adil bagi seluruh partai politik, reformasi sistem hukum yang berkeadilan, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, dan perlindungan hak setiap warga negara.
Semua rekomendasi ini dijawab melalui tema Rakernas “Satyam Eva Jayate: Di sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya”, yang menekankan keyakinan partai bahwa kebenaran pasti akan menang.
Sebelumnya, Menurut Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto, Rakernas kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan namun mempertegas konsolidasi PDI Perjuangan sebagai partai Penyeimbangan dalam kerja nyata ditengah rakyat.
Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
” Didalam rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan, hingga program interval Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,” beber Hasto kepada wartawan di Jakarta (9/1/2026)
Diketahui rakernas ini dilaksanakan bertepatan dengan HUT PDI Perjuangan yang ke -53 para 10 Januari 2026.***
Editor : Redaksi
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.