Beranda » Tebing Jalan Hotmix Setinggi 6 meter Jebol, Warga Minta Bupati Manggarai bangun TPT : Cegah Kejadian Terulang !
ISTANA NETIZEN.COM – Kegembiraan warga masyarakat pengguna jalan Hotmix sepanjang 4,2 Km yang baru saja tuntas dikerjakan oleh Dinas PU Kabupaten Manggarai melalui pihak ketiga oleh CV. Davidtisno Putra, dengan pagu senilai lebih dari sembilan miliar rupiah bersumber dari DAU T.A.2025, jalur Wela- Cancar yang melintasi, Desa Golo Worok, Kec.Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores – Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mulai berubah menjadi kecemasan.
Pasalnya, permintaan warga masyarakat setempat kepada Bupati Manggarai melalui pihak pelaksana dan Dinas PU Kabupaten Manggarai untuk membangun tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik lokasi yang diketahui rawan longsor, belum diakomodir hingga pekerjaan selama 120 hari berakhir di penghujung tahun 2025.
Alasannya, dana yang tersedia sebesar Rp 9.968.383.300 (Sembilan Miliar Sembilan Ratus Enam Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Rupiah) untuk membiayai pekerjaan Hotmix sepanjang 4,2 Km tidak mencukupi untuk membangun TPT di sejumlah titik kritis yang diminta warga masyarakat asal Wela.
Padahal, menurut warga masyarakat Wela, sesuai hasil rapat Dinas PU Kabupaten Manggarai bersama Warga Masyarakat Desa Golo Worok termasuk dari Wela yang berlangsung di Golo Worok 2023, dua tahun sebelum pekerjaan dilaksanakan 2025, dinyatakan akan membangun TPT di sejumlah titik di sekitar ruas jalan dan diutamakan di pemukiman warga.
Namun saat pekerjaan berlangsung, apa yang sudah disepakati tidak terlaksana sesuai harapan. TPT yang dibangun justru didepan rumah warga yang potensi longsornya dinilai sangat minim karena kemiringan tanahnya hanya sekitar 30-45 derajat.
Sementara, di depan rumah warga yang tingkat kemiringan tanahnya sekitar 75-90 derajat, tebing tinggi tidak dibangunkan TPT setinggi 1-1,5 meter sesuai hasil rapat yang dilaksanakan dua tahun sebelumnya, 2023.
” Sesuai hasil rapat Dinas PU Kabupaten Manggarai bersama warga masyarakat Wela dan Golo Worok yang dilaksanakan di Golo Worok tahun 2023. Setiap depan rumah warga yang terdampak penggusuran jalan akan dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi paling kurang 1 – 1,5 meter, ” ungkap seorang Ibu Rumah Tangga di Wela, Maria Imakulata Hadia dibenarkan suaminya Lorens Madur saat ditemui media ini di kediaman mereka di Wela, Senin (24/11/2025)
Maria Imakulata Hadia yang akrab disapa Ima, mengaku heran, dan bertanya kenapa di depan rumah warga Wela lainnya yang kondisinya tidak begitu berbahaya tapi ada TPT. Sedangkan di depan rumah sepasang suami-istri ini justru tidak dibangun sesuai kesepakatan dua tahun lalu.
” Di depan rumah warga lain ada tembok penahan tanah. Padahal kondisinya tidak terlalu berbahaya. Mengapa di depan rumah kami yang ada tebing/jurang setinggi/sedalam kurang lebih 6 meter justru tidak dibangun TPT dengan alasan menurut Pelaksana dan Dinas PU, di depan rumah kami tidak ada dalam RAB,” tutur Ima diamini Lorens saat ditemui media ini di kediaman mereka di Wela, Senin siang (24/11/2025)
Keduanya sungguh berharap jika masih ada sisa anggaran agar diprioritaskan untuk membangun TPT khusus di depan rumah mereka yang diakui rawan longsor dan sangat mengancam keselamatan hidup keluarga jika sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor di musim hujan.
” Kami berharap kiranya Dinas PU berkenan bangun TPT di depan rumah kami yang sangat rawan terjadi bahaya longsor sewaktu-waktu,” ungkap Ima didampingi Lorens Suaminya penuh harap.
Lorens menuturkan bahwa sebelum penggusuran / pembersihan daerah milik jalan (Damija) termasuk di depan rumah mereka. Diakui kondisi tebing/jurang depan rumah suami istri ini terbilang masih aman. Terutama karena masih ada tumpukan tanah longsor sebelumnya yang sudah mulai menggunung dan dianggap sebagai pengaman tebing setinggi 6 meter. Namun setelah penggusuran, lanjut Lorens, tidak ada lagi tumpukan tanah hasil longsoran sebelumnya, sehingga sudah tidak ada pengaman seperti sebelum penggusuran
Kondisi inilah yang dipandangnya sebagai potensi bahaya yang sangat mengancam keselamatan hidup mereka sekeluarga. Terutama saat musim hujan tiba, tanah longsor pada kemiringan lebih dari 75 derajat seperti di depan rumahnya pasti terjadi !
Kecemasan itu jadi kenyataan, tebing setinggi 6 meter Jebol
Maria Imakulata Hadia, Istri dari Lorens Madur berbicara kepada media ini melalui sambungan telepon selulernya, Minggu pagi (11/1/2026)
Maria Imakulata Hadia, Ibu Rumah Tangga asal Wela, Desa Golo Worok
” Sepulang dari Gereja pagi tadi, saya melihat ada tanah longsor di depan rumah kami. Saya takut kejadian serupa akan terjadi lagi. Apalagi saat ini musim hujan. Saya sudah ambil gambar / foto lokasi dan melaporkan kejadian ini kepada Kadis PU Kabupaten Manggarai melakui pesan singkat WhatsAppnya namun belum ada respon,” ungkap Ima.
Respon Cepat datang dari Direktur CV. Davidtiano Putra , Pelaksana Lapangan, dan Pejabat Pembuat Pembuat Komitmen !
Sebagai wujud keperdulian terhadap peristiwa alam tanah longsor di musim penghujan yang terjadi di tepi jalan Hotmix ruas Wela – Cancar, persisnya didepan rumah warga masyarakat asal Wela. Media ini meneruskan informasi dari Maria Imakulata Hadia ke Kadis PU Kabupaten Manggarai, Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Manggarai, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Direktur CV.Davidtiano Putra sekaligus ke Pelaksana Lapangan.
Media ini meminta perhatian dari sejumlah pihak terkait pekerjaan jalan Hotmix ini agar segera melakukan pembersihan tumpukan tanah longsor di lokasi yang menutup saluran drainase.
” Mumpung masih dalam masa pemeliharaan . Tolong pihak dinas arahkan pihak pelaksana segera turun ke lokasi untuk bersihkan tumpukan tanah longsor dalam jumlah banyak dan menutup saluran drainase. Sayang hotmixnya masih baru, jangan sampai cepat rusak karena tergenang air yang meluap dari drainase akibat longsoran di depan rumah warga di Wela,” tulis Pemimpin Redaksi ( Pemred ) media ini melalui jalur pribadi (japri) ke sejumlah pihak seraya melampirkan cuplikan gambar /foto tebing jebol/longsor.
Tak lama berselang, Informasi ini mendapat respon cepat dari Direktur CV. David Tiano Putra, menyusul dari Pelaksana Lapangan, Hery Syukur.
” Siap, terima kasih Pak atas informasinya,” respon singkat Goldy, sapaan Direktur CV.Davidtiano Putra.
Respon serupa juga datang dari Gery, sapaan dari Pelaksana Lapangan CV. Davidtisno Putra.
” Siap Pak. Terima kasih atas informasinya. Besok Senin kami segera turun ke lokasi untuk membersihkan tumpukan tanah di lokasi kejadian,” ungkap Gery.
Respon senada juga diberikan ole oleh Citra, sapaan dari PPK di Dinas PU Kabupaten Manggarai : ” Terima kasih atas informasinya.”
Sebelumnya, warga masyarakat Desa Golo Worok mengelu-elukan Bupati Manggarai, Herybertus Gradus Laju Nabit, SE., MA., dan Dinas PU Kabupaten Manggarai bersama CV. Davidtiano Putra serta jajaran karena dinilai sangat berjasa telah menghadirkan perubahan positif yang sangat nyata dan terukur di wilayah mereka melalui kehadiran pembangunan fisik infrastruktur jalan hotmix jalur Cancar – Batas Kabupaten, HRS, Kec.Ruteng.
Dari sumber terpercaya media ini menyebutkan bahwa pembangunan jalan Wela-Cancar akan dilanjutkan oleh Bupati Manggarai melalui Dinas PU Kabupaten Manggarai bersama pihak ketiga pada tahun anggaran berjalan, 2026.
” Bupati Manggarai memberikan perhatian sangat serius terhadap penuntasan pembangunan fisik infrastruktur jalan hotmix Wela – Cancar tahun ini,” ungkap Nara Sumber yang tak ingin dimediakan namanya.
Jika hal ini benar, tentunya permintaan warga untuk membangun TPT di depan rumah warga yang rawan longsor, sudah bisa diakomodir dengan menggunakan sebagian dari dana yang digunakan untuk merampungkan pembangunan jalan jalur Wela-Cancar TA.2026.
Hingga berita ini diterbitkan , Bupati Manggarai dan Kadis PU belum berhasil dikonfirmasi.***
Editor : Redaksi .
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.