Beranda » “Rumput Flores” di Peru: Jembatan Warisan Inca yang Jadi Inspirasi Budaya !
ISTANA NETIZEN COM – Anggota WhatsApp Group AYO JEMPUT PROVINSI KEPULAUAN FLORES, (WAG.AJ-PKF) diaspora Flores di Kupang – NTT, Vincent Arnana, menyoroti tradisi pembuatan jembatan dari rumput ilalang milik Suku Quechua di Peru sebagai contoh pelestarian budaya yang bisa jadi inspirasi.

“Sebuah mahakarya luar biasa dari Suku Quechua di Peru yang merupakan _darah lurus_ dari Bangsa Inca,” tulis Vincent dalam unggahan di WAG AJ-PKF, Senin sore (18/5/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat Quechua membangun jembatan berbahan rumput ilalang yang dalam Bahasa Quechua disebut _q’oya_. Dalam Bahasa Spanyol, jembatan itu dikenal dengan sebutan _Rumput Flores_.
Rumput Flores di Peru menjadi bahan baku pembuatan tali untuk jembatan gantung .
Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun. Setiap Juni, warga desa mengganti jembatan lama dengan anyaman rumput baru secara gotong royong.
“Setiap pelintas dikenakan tarif yang menjadi sumber pendapatan desa,” kata Vincent.
Hasil anyaman tali pembuatan jembatan gantung berbahan baku rumput Flores.
Keunikan teknik dan nilai budaya yang terkandung membuat jembatan dan proses pembuatannya telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.
Bagi Vincent, kisah _q’oya_ menarik perhatian karena sebutan “Flores” yang melekat pada jembatan tersebut, sama dengan nama Pulau Flores di NTT.
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.