Beranda » Fakta Pahit! Hanya Habibie dan Megawati yang Berhasil Kuatkan Rupiah, Kata Yusuf Muhamad
ISTANA NETIZEN.COM – Di tengah perdebatan sengit soal ekonomi nasional, pegiat media sosial Yusuf Muhamad mengangkat kembali data nilai tukar rupiah di era transisi Reformasi. Menurutnya, hanya dua presiden yang berhasil menjaga bahkan menguatkan rupiah terhadap dolar AS, dan salah satunya kerap jadi sasaran kritik politik.
Dalam ulasannya yang dipublikasikan Rabu 20 Mei 2026, Yusuf menyoroti pergerakan rupiah pada masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Presiden Megawati Soekarnoputri.
“Tahu gak, era Gusdur dulu nilai tukar rupiah menyentuh Rp 11.000/dollar dan di akhir masa pemerintahan Megawati rupiah menguat menjadi 8.000-an/dollar,” tulisnya.
Yusuf menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah situasi politik dan ekonomi yang belum stabil pasca krisis moneter 1998.
Ia menegaskan, secara historis hanya dua kepala negara yang mampu mempertahankan dan memperkuat rupiah.

“Dalam sejarah Indonesia cuma dua presiden yang berhasil mempertahankan bahkan memperkuat rupiah terhadap dollar yaitu; Habibi dan Megawati. mungkin ada yang tidak suka Megawati, tapi itulah fakta sejarah,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah perbincangan publik soal fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini. Bagi Yusuf, data historis penting dijadikan bahan evaluasi agar kebijakan ekonomi ke depan lebih terukur dan objektif.
“Apapun pandangan politik terhadap tokoh tertentu, fakta ekonomi harus tetap ditempatkan secara objektif,” tambahnya.
Ulasan tersebut langsung memancing respons warganet. Banyak yang membandingkan kondisi ekonomi masa lalu dengan situasi saat ini, sekaligus mendiskusikan faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas rupiah.***
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.