RUTENG, MEDIA ISTANANETIZEN COM – 27 Oktober 2026 – LAPORAN KHUSUS

Setelah Makalah Flores Geothermal Island Mandiri (FGIM) karya Diaspora Flores asal Sikka di Jakarta, Yus Djuang S.Fil viral di kalangan Diaspora Flores di Bekasi, gelombang kritik sehat datang dari Netizen Flores di tanah asal.
Salah satu suara paling jujur berbunyi:
“Selamat siang, pak. Perihal Geothermal dimohon jangan disinggung. Geothermal bukan satu-satunya sumber energi terbarukan. Masih ada sumber lain, yang lebih layak dieksplorasi, seperti halnya arus laut, air terjun, sinar matahari dan angin yang begitu dominan di bumi Flores. Geothermal harus ditolak, karena berdampak pada kerusakan ekologi. Terima kasih.”
P4KF: KAMI DENGAR, KAMI TAAT!
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF) Adrianus Jehamat menegaskan, P4KF tidak akan memaksakan kehendak di atas luka ekologi rakyat.

“Teguran ini adalah restu. Terima kasih Netizen Flores. Kami salah fokus jika hanya melihat panas bumi. Flores itu jauh lebih kaya dan lebih suci dari itu,” tegas Adrianus di Ruteng.
P4KF mengakui, trauma konflik lahan adat di beberapa titik WKP Geothermal seperti Mataloko, Wae Sano, dan Poco Leok menjadi pelajaran berharga. Rakyat Flores tidak anti-pembangunan, tapi rakyat Flores cinta gunung, mata air, dan tanah adatnya.
Maka, Mulai Hari Ini, P4KF Resmi Merevisi Konsep Pembangunan:
Dari FGIM – Flores Geothermal Island Mandiri, menjadi
FRIM – FLORES RENEWABLE ISLAND MANDIRI
Dengan Filosofi Baru yang Lebih Afdol:
“TIDAK MENJUAL GUNUNG, TIDAK MENGGADAIKAN LAUT, TAPI MEMANEN MATAHARI, ANGIN, AIR TERJUN DAN ARUS LAUT UNTUK ANAK CUCU FLORES”
4 Sumber Energi Terbarukan Flores yang Lebih Ramah & Disetujui Rakyat:
1. MATAHARI – 300 Hari Cerah / Tahun
Flores Timur, Lembata, Maumere punya iradiasi matahari tertinggi di Indonesia Timur. 1 Hektar savana bisa hasilkan 1 MW Solar Panel. Tidak gusur, tidak bor.
2. ANGIN – Bukit Flores Adalah Kincir Raksasa
Kecepatan angin di punggung Flores 7-9 m/detik, setara Jeneponto. Potensi ratusan MW dari Labuan Bajo sampai Larantuka tanpa merusak hutan.
3. AIR TERJUN & MICROHYDRO – Energi Desa Adat
Ratusan air terjun di Manggarai Raya, Ngada, Ende bisa jadi PLTA Mikro 1-10 MW per desa. Dikelola BUMDes, listrik untuk pabrik kopi dan tenun, tanpa bendungan raksasa.
4. ARUS LAUT – Harta Karun di Selat Flores-Lembata
Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Lewotobi adalah salah satu arus laut terkuat di dunia (2-3 m/detik). Dunia sudah buktikan, turbin arus laut bisa hasilkan listrik 24 jam non-stop, seperti pasang surut, tanpa asap, tanpa bor gunung.
Model Ekonomi Tetap Sama, Tapi Lebih Hijau:
– BUMD Energi Flores tetap: 51% Provinsi, 10% Desa Adat, 39% Investor
– Investor tidak boleh memiliki tanah, hanya sewa energi
– Listrik tidak dijual murah ke luar, tapi untuk industri olahan di Flores: pabrik kopi sangrai di Bajawa, cold storage ikan di Maumere, pabrik garam di Lembata, mesin tenun elektrik di Ende.
– Target: PAD Mandiri Rp 1,2 Triliun bukan dari geothermal saja, tapi dari pajak industri hijau yang hidup karena listrik matahari, angin, dan arus laut.
“Inilah Provinsi Kepulauan Flores yang kami mau,” tutup P4KF.
“Provinsi yang tidak membuat ibu-ibu menangis karena mata airnya kering. Provinsi yang tidak membuat tetua adat marah karena gunungnya dibor. Tapi provinsi yang anak-anaknya bisa sekolah dari listrik matahari, angin dan lautnya sendiri. Itu baru Mandiri. Itu baru Afdol.”
P4KF MENDENGAR RAKYAT, MENJAGA ALAM, MENUJU PROVINSI KEPULAUAN FLORES DEFINITIF 2028!
—











