RUTENG, Media Istana Netizen Com – Minggu siang 4 Oktober 2026
_Oleh: Redaksi Istana Netizen_

Untuk kesekian kalinya, alam menegur kita dengan cara paling keras.
Pada 15 Agustus 2026 pukul 05:58 WITA, Flores diguncang M 7,7 di laut 30 km timur laut Nagekeo. Tsunami 1,605 meter menghantam Pota, Manggarai Timur. Data BNPB per 4 September 2026: 127 orang meninggal, 1.712 luka-luka, 166.829 warga masih mengungsi, 1.268 sekolah hancur, 12.064 gempa susulan. Manggarai 51 meninggal, Manggarai Timur 40, Nagekeo 20. Ini gempa paling mematikan di Flores dalam 30 tahun terakhir.
Belum luka itu sembuh, pada Minggu pagi 4 Oktober 2026 pukul 05:55 WIB, giliran Sumba Barat Daya diguncang M 6,1 SR, 14 km barat daya Kodi, kedalaman 10 km. Skala VI MMI. Rumah warga miskin ekstrem Rofinus Radu Jaka Dana di Homba Karipit roboh total, SD Islam di Perokonda rusak, 10 rumah di Weepangali rusak, Katedral Weetebula retak, RSUD Bima retak, 62 gempa susulan hingga pagi ini. Getaran terasa hingga Labuan Bajo, Tambolaka, Waikabubak dan Bima.
Dua pulau, dua gempa besar, dalam 50 hari. Satu provinsi induk.
Inilah yang tidak pernah dibahas di ruang-ruang seminar pemekaran di Kupang: Bencana tidak menunggu birokrasi.
Hari ini NTT masih satu provinsi dengan rentang kendali lebih dari 1.000 km dari Alor hingga Komodo. Satu Gubernur di Kupang harus membagi perhatian untuk Flores yang baru dikubur dan Sumba yang baru diguncang. Satu BPBD Provinsi, satu anggaran kebencanaan, satu Polda, harus menyeberang laut berhari-hari untuk antar logistik.
Saat gempa Flores 7,7, bantuan dari Kupang telat 2 hari di Reo Barat karena kapal tidak berani berlayar. Saat gempa Sumba 6,1 hari ini, tim asesmen masih harus terbang dari Kupang ke Tambolaka.
Pertanyaannya: Berapa banyak nyawa yang melayang karena keterlambatan itu?
Editorial ini menegaskan: Pemekaran NTT menjadi 3 Provinsi dalam bingkai Flobamora bukan lagi soal politik, bukan soal bagi-bagi kursi, ini soal URGENSI KEMANUSIAAN!
Jika NTT mekar menjadi:
1. Provinsi Kepulauan Flores (PKF) – Ibukota Mbay,
2. Provinsi Sumba – Ibukota Waikabubak,
3. Provinsi Timor Raya – Ibukota Kupang,
Maka saat gempa Flores terjadi, Gubernur PKF ada di lokasi dalam 1 jam. Saat gempa Sumba terjadi, Gubernur Sumba langsung di Perokonda pagi itu juga. APBD kebencanaan tidak lagi diperebutkan 22 kabupaten. Tanggap darurat menjadi tanggap tetangga, bukan tanggap seberang pulau.
Kami di Media Istana Netizen mendukung penuh perjuangan P4KF, P4T dan P4S. Karena kami di Ruteng merasakan sendiri bagaimana getaran Sumba pagi ini dan kami masih ingat jeritan Flores 15 Agustus.
Alam sudah ketuk palu dua kali. Tinggal Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan DPRD NTT yang ketuk palu ketiga: MEKARKAN NTT SEKARANG!
Jangan tunggu gempa ketiga yang ketuk palu di Timor.
Redaksi Istana Netizen Com










