RUTENG, Media Istana Netizen Com – Senin, 5 Oktober 2026

SKANDAL JALAN TIPIS DI NTT TERKUAK!
Pernyataan pedas Ketua Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur (LMI-NTT) Marsel Adrisnus Pelealu SabtuĀ malam 3 Oktober 2026 tentang perbedaan mencolok kualitas jalan di Kupang vs Flores-Sumba ternyata memiliki dasar teknis yang sangat kuat secara Standar Nasional Indonesia (SNI)!
Redaksi Istana Netizen menelusuri Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 – SNI 03-1737-1989Ā tentang LASTON / Hotmix. Hasilnya MENGERIKAN!
STANDAR SNI IDEAL UNTUK JALAN PROVINSI & NASIONAL ADALAH 17,5 – 20 CM!
Menurut SNI, konstruksi hotmix yang ideal harus terdiri dari 3 lapis:
1. AC-WC (Lapis Aus / Atas yang kena ban langsung): Tebal minimal 4 CM
2. AC-BC (Lapis Pengikat / Tengah): Tebal minimal 6 CM
3. AC-Base (Lapis Pondasi Aspal / Bawah): Tebal minimal 7,5 CM
Total = 4 + 6 + 7,5 = 17,5 CM!Ā Itu baru aspalnya, belum termasuk pondasi batu pecah LPA 20-30 cm di bawahnya!
Toleransi SNI hanya 0,3 cm (3mm), bukan 3 cm apalagi 10 cm!
FAKTA DI LAPANGAN VERSI LMI-NTT: JAUH DARI SNI!
Inilah yang disorot Marsel Pelealu:
Ā “Di Kupang dan daratan Timor Barat, aspal dan hotmixnya lumayan tebal mulus dan bertahan lama. Sementara untuk jalan raya di Sumba dan Sabu Raijua serta 9 kabupaten di Kepulauan Flores itu sangat buruk. Aspal dan hotmixnya sangat tipis, kasar, dan cepat rusak.”
Secara kasat mata dan teknis, Ketua LMI-NTT menduga:
– Di Kupang: Memenuhi SNI 17,5 cm, makanya mulus dan tahan 5-8 tahun.
– Di Flores & Sumba: Diduga hanya digelar AC-WC 2-2,5 cm dan AC-BC 3-4 cm, tanpa AC-Base! Total cuma 5-7 CM! Jauh dari 17,5 CM! Makanya baru 3 bulan sudah mengelupas, berlubang, kasar!
Ā “Hal ini disebabkan minimnya pengawasan teknis dari dinas terkait, oknum pengawasan dari dinas tidak optimal turun ke lokasi pekerjaan karena memang sangat jauh dari Ibukota Provinsi NTT di Kupang dengan lokasi pekerjaan lintas pulau dan berbiaya tinggi,” tegas Marsel.
JARAK RIBUAN KILOMETER JADI ALASAN KORUPSI?
Inilah inti masalah yang dibongkar LMI-NTT!
Bagaimana mungkin pengawas dari Kupang mau mengawasi pekerjaan hotmix di pelosok Borong, Mbay, Waingapu, Tambolaka yang harus menyeberang laut dengan biaya tinggi? Akibatnya kualitas tidak terkontrol, kontraktor nakal gelar tipis, untung besar, rakyat Flores-Sumba yang menderita!
Marsel Pelealu menegaskan, inilah alasan paling teknis kenapa NTT WAJIB MEKAR 3!
Ā “Kalau NTT sudah mekar dan Flores maupun Sumba sudah bisa berdiri sendiri sebagai provinsi baru, percaya bahwa pembangunan akan lebih merata. Pusat Pemerintahan Provinsi ada di Sumba dan Flores, lebih dekat dengan warga, pengawasan lebih maksimal!”
PANGGILAN UNTUK KEJATI NTT & KPK !
Dengan standar SNI 17,5 cm ini, Redaksi Istana Netizen mendesak Kejaksaan Tinggi NTT dan KPK RI untuk turun audit semua jalan provinsi di 9 kabupaten di Flores dan 5 kabupaten di Sumba-Sabu Raijua tahun anggaran 2020-2026!
Ukur ketebalannya dengan core drill! Jika hanya 5 cm padahal di RAB dibayar 17,5 cm, itu bukan lagi kelalaian, itu dugaan korupsi!
Terima kasih Ketua LMI-NTT Marsel Adrisnus Pelealu atas keberaniannya membongkar borok ini dari Markas Manggarai Timur!
NTT MEKAR ADALAH SOLUSI TEKNIS, BUKAN HANYA POLITIS!
Tim Investigasi Istana Netizen Com










