KUPANG – Istana Netizen Com | Komunikasi informal Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF) dengan Pemprov NTT pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, berjalan cepat dan penuh etika birokrasi.

Semua berawal dari sebuah pesan WhatsApp (japri) singkat Ketua Umum P4KF Adrianus Jehamat di Ruteng kepada Gubernur NTT ke-9 Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang.
JAPRI PERTAMA – KE GUBERNUR:
 “Selamat Pagi Putra Terbaik NTT, Gubernur ke-9 NTT yang kami kasihi dan banggakan. Sehat terus dan sukses terus kedepannya. Tetap semangat. Tolong share nomor WA Karopem NTT Saat ini. Demikian dan Terima Kasih mendahului “
Pesan santun itu langsung direspons Gubernur Melki. Putra Terbaik NTT itu tanpa berbelit langsung memberikan nomor WhatsApp Kepala Biro Pemerintahan (Karopem) NTT, Naftaly Huky, kepada Ketum P4KF.
Mendapat nomor tersebut, Adrianus langsung mengirim pesan formal ke Karopem:
JAPRI KEDUA – KE KAROPEM:
 “Selamat pagi Bapak Naftaly Huky Karopem NTT. Mohon maaf ganggu waktunya. Nomor WA Bapak, telah kami peroleh dari Bapak Gubernur NTT saat ini. Dengan niat baik, ijinkan kami mengirim sejumlah berita seputar perkembangan perjuangan aspirasi masyarakat akan NTT MEKAR Menuju Terbentuknya Provinsi Kepulauan Flores (PKF) yang telah diperjuangkan sejak 1954…”
Dalam pesan panjang itu, Adrianus menjelaskan dua babak perjuangan PKF. Babak Pertama 1954-2003 yang mentok di Mubes Orang Flores Ruteng 2003 dengan calon tunggal ibukota atas tiga opsi dilakukan lewat voting imbang 3:3 Maumere vs Mbay, Ende abstain. Babak Kedua 2013-sekarang di bawah Panji P4KF dengan Kongres Rakyat Flores Lembata KR-FL Alor / KR-FLA di Bajawa-Ngada 2014 dan Kongres Rakyat Flores Lembata/ KR-FL Mbay -Nagekeo 2015, yang sudah disepakati 9 Bupati se-Flores.
P4KF menegaskan kini tinggal satu syarat administratif sesuai UU 23/2014, butuh : Persetujuan Bersama DPRD dan Gubernur NTT tentang Daerah Persiapan PKF. Tanpa usulan Gubernur, Pusat tak bisa proses.
Tak lama, Karopem NTT langsung membalas dengan santun dan profesional.
JAWABAN KAROPEM NTT:
“Selamat pagi Pak. Terima kasih. Saya sementara rapat pimpinan OPD. Nanti saya hubungi kembali, Terima kasih”
Jawaban singkat itu menjadi sinyal bahwa komunikasi resmi telah tersambung. Karopem Naftaly Huky sedang dalam rapat pimpinan OPD, namun tetap meluangkan waktu membalas dan berjanji akan menghubungi kembali Ketum P4KF.
Bagi P4KF, rangkaian komunikasi tiga arah ini – dari Gubernur yang langsung kasih nomor, hingga Karopem yang respons cepat di tengah rapat – adalah angin segar dan pintu masuk penting menuju audiensi lanjutan.
Dari sebuah japri pendek penuh hormat di Senin pagi, babak baru perjuangan PKF Definitif di era Gubernur Melki Laka Lena resmi dimulai.
Laporan: Redaksi Istana Netizen Com
Sumber: Sekretariat Pusat P4KF Ruteng, Senin 19-10-2026
—









