JAKARTA – ISTANA NETIZEN COM – Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat mendadak hitam oleh lautan mahasiswa, Rabu (28/10/2026) siang! Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ribuan mahasiswa turun dan menyuarakan 5 tuntutan keras!

Aksi bertajuk #IndonesiaSadar ini digerakkan BEM UI bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR), gabungan mahasiswa UI, ITB, Undip, buruh dan petani. Panitia menargetkan 10.000 sampai 12.000 peserta, titik kumpul awal di Lapangan FISIP UI Depok sebelum longmarch ke Bundaran HI mulai pukul 14.00 WIB.
Dari video viral yang beredar, massa membludak hingga ke Jalan Jenderal Sudirman dan depan Gedung UOB. Sempat terjadi saling dorong dengan aparat saat massa berusaha jebol barikade polisi!
INI 5 TUNTUTAN ATAU 5 PERINTAH RAKYAT YANG DIBAWA:
1. LINGKUNGAN – TETAPKAN KARHUTLA JADI BENCANA NASIONAL!
Desak pemerintah tetapkan status bencana nasional atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, NTT, Papua. Adili korporasi pembakar hutan dan pulihkan ekosistem!
2. EKONOMI – APBN HARUS PRO RAKYAT!
Hentikan pemborosan APBN untuk program politik! Soroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai boros dan tidak menjawab kebutuhan rakyat!
3. PENDIDIKAN – TURUNKAN BIAYA KULIAH!
Turunkan biaya pendidikan, ratakan akses layanan dasar, dan sediakan lapangan kerja berkualitas untuk pemuda!
4. REFORMASI HUKUM – BERANTAS KKN!
Hentikan penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan! Berantas korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) sampai ke akar!
5. HAM & DEMOKRASI – STOP BUNGKAM SUARA RAKYAT!
Jamin kebebasan berpendapat, adili pelanggar HAM, dan hentikan militerisasi ruang sipil!
“Kami merasakan tidak ada sama sekali tanggapan ataupun kritik kami yang diterima oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Bila di Bundaran HI pun kami tidak didengarkan, sadar kita dibungkam, sadar kita tidak dipedulikan,” tegas Koordinator BEM UI Hafidz Haernanda.
Aksi ini adalah kelanjutan dari aksi 20 Oktober lalu untuk evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan menghormati aksi sebagai bagian demokrasi dan membuka ruang dialog.
Bundaran HI jadi panggung #IndonesiaSadar – Mahasiswa tagih janji, pemerintah ditantang jawab!









