Beranda » Indratno Widiarto: Isoroku Yamamoto, Arsitek Pearl Harbor yang Tak Ingin Perang dengan AS !
ISTANA NETIZEN.COM – Isoroku Yamamoto dikenal sebagai perancang serangan Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Namun menurut catatan yang dibagikan Indratno Widiarto di laman Facebooknya, Sabtu (16/5/2026), laksamana tersebut justru termasuk tokoh Jepang yang paling memahami kekuatan Amerika Serikat dan enggan terlibat perang panjang dengan negara itu.
“Yamamoto sebenarnya bukan orang yang ingin Jepang berperang melawan Amerika,” tulis Indratno.
Ia menyebut Yamamoto pernah tinggal di Amerika, belajar di Harvard University, dan melihat langsung kapasitas industri serta ekonomi AS.
Indratno menjelaskan, pengalaman itu membuat Yamamoto sadar bahwa Jepang akan kesulitan jika perang berlangsung lama.
“Kalau perang berlangsung lama, Jepang kemungkinan besar kalah. Karena Amerika bukan cuma negara kaya. Amerika adalah mesin produksi raksasa,” tulisnya.
Pernyataan Yamamoto yang kerap dikutip pun mencerminkan kekhawatiran itu.
“Saya bisa mengamuk selama enam bulan sampai satu tahun. Setelah itu, saya tidak punya keyakinan,” tulis Indratno mengutip sang laksamana.
Menurutnya, serangan ke Pearl Harbor dirancang sebagai strategi pukulan cepat agar Amerika mau bernegosiasi sebelum perang panjang terjadi.
“Tujuan sebenarnya adalah mengguncang mental Amerika agar mau bernegosiasi sebelum perang panjang terjadi,” tulisnya.
Namun strategi itu berbalik. Serangan yang secara taktis sukses justru membuat Amerika meningkatkan produksi militer secara besar-besaran.
“Pabrik mobil berubah jadi pabrik tank. Industri sipil berubah jadi mesin perang. Kapal induk, pesawat, amunisi, diproduksi dalam jumlah yang sulit dipercaya,” tulis Indratno.
Ia juga menyinggung kutipan yang sering dikaitkan dengan Yamamoto:
“Saya takut yang telah kami lakukan hanyalah membangunkan raksasa yang sedang tidur.”

Indratno menilai kisah Yamamoto memperlihatkan ironi seorang komandan yang memahami risiko perang, namun tetap menjalankan tugas saat negaranya memilih bertempur.
“Jepang sedang bermain judi melawan negara yang kapasitas industrinya nyaris mustahil disaingi. Dan taruhan itu akhirnya kalah,” tulisnya.
Yamamoto tewas pada 1943 setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh Amerika.
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.