Beranda » Pengamat: Ucapan Prabowo “Indonesia Tak Boleh Jadi Pasar & Rakyat Tak Boleh Jadi Kacung” Adalah Peringatan, Bukan Gagasan !
ISTANA NETIZEN.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di hadapan sejumlah pengusaha besar menuai perhatian publik. Seorang pengamat politik dan ekonomi menilai ucapan itu sebagai peringatan keras agar Indonesia tidak dikendalikan kekuatan ekonomi semata.
Dalam unggahan di laman Facebook, Burhanudin O mengutip pernyataan Prabowo yang disampaikan saat bertemu kelompok pengusaha yang kerap disebut “9 Naga”.
“Indonesia tidak boleh dipimpin oleh pemimpin kuat, rakyat harus jadi kacung dan pasar,” tulis Burhanudin mengutip pernyataan tersebut, Sabtu (16/5/2027).
Menurutnya, kalimat itu bukan gagasan yang ingin diwujudkan, melainkan kritik dan gambaran bahaya jika pemimpin negara lemah.
“Justru kalimat itu adalah kritik keras, peringatan, dan gambaran bahaya terbesar bagi bangsa ini. Beliau sedang memperingatkan: Jika pemimpin negara lemah, tak berani menegakkan konstitusi, dan tunduk pada kekuatan ekonomi, maka nasib negara akan jatuh ke tangan para pengusaha besar,” ujarnya.
Burhanudin menilai, jika kondisi itu terjadi, rakyat hanya akan menjadi penonton dan tenaga kerja murah. Sumber daya alam dieksploitasi, sementara Indonesia hanya berfungsi sebagai pasar bagi kekuatan ekonomi besar dari dalam maupun luar negeri.
Ia menekankan bahwa pemimpin Indonesia seharusnya kuat dalam memegang konstitusi dan mengajak pengusaha bekerja sama membangun bangsa, bukan menguasainya.
“Rakyat harus menjadi subjek utama dalam pembangunan, bukan sekadar objek, bukan kacung, bukan penonton. Segala kebijakan dan hasil kekayaan negara harus kembali untuk kesejahteraan rakyat banyak,” katanya.
Burhanudin juga menyoroti kecenderungan pemimpin mudah terpengaruh ideologi baru, padahal Indonesia sudah memiliki dasar negara yang jelas.
“Konstitusi dan UUD 1945 adalah aturan main mutlak kita. Kalau itu ditegakkan dengan tegas dan adil — tanpa pandang bulu, baik kepada rakyat kecil maupun pengusaha besar — maka keseimbangan akan tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, pesan tersirat dari ucapan Prabowo adalah agar negeri ini tidak diatur oleh uang dan kekuatan ekonomi semata.
“Negeri ini jangan sampai diatur oleh uang dan kekuatan ekonomi semata. Pemimpin harus kuat demi hukum dan konstitusi, rakyat harus jadi tujuan utama, dan kekayaan bangsa harus dinikmati bersama,” tulisnya.
Unggahan Burhanudin ditutup dengan penegasan bahwa negara milik rakyat dan kekuatan bangsa terletak pada ketegasan menjalankan aturan dasar negara.
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istananetizen.Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.