Beranda » Grand Desain Kerja Sama NTT-Australia : Frans Mado Usulkan “Sahabat Seberang Lautan”.
ISTANA NETIZEN.COM – Diaspora Flores di Australia asal Kabupaten Nagekeo, Frans Mado, mengusulkan desain kerja sama strategis antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Western Australia (WA). Ia menyebut hubungan kedua wilayah logis dibangun karena kedekatan geografis dan kesamaan karakteristik sebagai gerbang selatan-utara.
Frans Mado,SP., Diaspora Kepulauan Flores di Australia, asal Kabupaten Nagekeo.
Dalam draf konsep dialog strategis bertajuk _“Sahabat Seberang Lautan”_, Frans memetakan lima sektor prioritas kerja sama.
1. Ketahanan Pangan dan Peternakan Lahan Kering
Frans menyoroti keberhasilan Western Australia mengelola teknologi pertanian lahan kering dan peternakan sapi skala besar. Ia mengusulkan kolaborasi modernisasi pakan ternak dan manajemen air di NTT. Pemerintah WA diproyeksikan terbuka berbagi protokol biosekuriti, teknologi irigasi tetes, serta program pertukaran tenaga ahli bagi pemuda tani NTT.
2. Pendidikan Vokasi dan Keterampilan
NTT dinilai perlu memperkuat pusat pendidikan vokasi di bidang maritim, pariwisata, dan teknik. Frans menyebut standar TAFE Australia Barat bisa menjadi referensi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar bersaing secara global.
3. Konektivitas dan Logistik Maritim
Mbay dan Kupang disebut memiliki potensi sebagai hub logistik. Pembukaan jalur perdagangan laut langsung atau peningkatan konektivitas udara ke pasar Australia Barat dinilai dapat mempercepat ekspor produk lokal seperti kopi, tenun, dan hasil laut.
4. Energi Terbarukan dan Ekonomi Hijau
Dengan potensi surya dan angin yang melimpah, NTT diajak menjajaki investasi proyek hidrogen hijau dan energi transisi bersama WA untuk mendukung industrialisasi berkelanjutan.
5. Pertemuan dengan Pemangku Kebijakan Kunci
Frans menegaskan kerja sama tidak boleh berhenti pada seremonial. Gubernur NTT perlu menemui Premier of Western Australia untuk memperkuat payung hukum kerja sama _sister province_. Pertemuan juga perlu dilakukan dengan Minister for State Development, Jobs and Trade, serta Minister for Agriculture and Food untuk membuka akses investasi dan transfer teknologi pertanian.
Di sektor pendidikan, negosiasi dengan pimpinan TAFE Western Australia dan universitas riset seperti University of Western Australia serta Murdoch University diperlukan untuk program beasiswa, sertifikasi ganda, dan riset biosains serta energi terbarukan.
Untuk penguatan bisnis, Frans menyarankan pertemuan dengan Chamber of Commerce and Industry WA, CEO perusahaan energi terbarukan, dan kelompok industri peternakan. Sementara Australia Indonesia Business Council WA Chapter dan KJRI Perth dapat menjadi jembatan fasilitasi dengan investor potensial.
“Jika dirancang serius, kerja sama ini bisa menjadi mesin percepatan pembangunan NTT yang berbasis pada kekuatan lokal dan standar global,” tulis Frans dalam opininya, Sabtu (11/4/2026).
Penulis / Editor : Tim Redaksi Media Istana Netizen.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.