ISTANANETIZEN.COM | INFRASTRUKTUR

RUTENG, MANGGARAI – Pemerintah Kabupaten Manggarai tancap gas di akhir tahun anggaran 2026. Bukan sekadar wacana, Dinas PUPR resmi mengucurkan Rp13,7 Miliar untuk membedah 4 ruas jalan strategis yang selama ini jadi keluhan warga.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kabupaten Manggarai, Citra Ayu, atas nama Kepala Dinas PUPR Wilfridus Eduardus Elfrid Turuk, S.T., saat dikonfirmasi Kamis, 24 September 2026.
Fokus tahun ini bukan tambal sulam, tapi rekonstruksi total dengan konstruksi Hot Rolled Sheet (HRS) / Hotmix yang lebih tahan lama.
Rincian 4 Paket Proyek Fantastis tersebut:*l
1. JALUR PALING MAHAL: Cancar – Batas Kabupaten – Rp 7,9 Miliar
Paket dengan nilai terbesar ada di Kecamatan Ruteng, yakni Rehabilitasi/Rekonstruksi Jalan Cancar menuju Batas Kabupaten senilai Rp7.958.188.600. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Davidtiano Putra. Jalur ini adalah nadi ekonomi penghubung Ruteng dengan wilayah utara Manggarai.
2. JALUR WISATA SEJARAH: Sondeng – Liang Bua – Rp 4,2 Miliar
Penanganan HRS juga menyasar Kecamatan Rahong Utara untuk ruas Jalan Sondeng – Liang Bua dan Beo Kina – Pau – Wae Racang senilai Rp 4.236.036.200 oleh CV. Cipta Jaya Manggarai.
Ini bukan sekadar jalan desa, ini adalah jalan menuju situs arkeologi dunia Liang Bua (Homo Floresiensis). Akses mulus = wisatawan nyaman, hasil tani lancar.
3 & 4. PERCANTIK KOTA RUTENG: Rp1,5 Miliar Lapen
Untuk wajah kota, Pemkab membagi dua paket Lapis Penetrasi (Lapen) di Langke Rembong:
– Peningkatan Jalan Dalam Kota Ruteng: Rp 793.557.000 oleh CV. OASE.
– Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Dalam Kota Ruteng: Rp748.999.900 oleh CV. Atena Konstruksi.
Total jika ditotal: Rp13.736.781.700
“Harapan kami penyelesaian tepat waktu dan sesuai mutu. Jalan memadai akan memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar PPK Citra Ayu.
Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas desakan publik Manggarai yang selama ini mengeluhkan jalan berlubang di Cancar dan akses sulit ke Liang Bua. Dengan hotmix, bukan Lapen tipis, kualitasnya diharapkan bertahan 10 tahun ke depan.
Pemkab Manggarai tidak main-main. Infrastruktur jalan dulu, ekonomi menyusul.***
TIM REDAKSI http://ISTANANETIZEN.COM










