RUTENG, ISTANA NETIZEN COM – Dukungan untuk Provinsi Kepulauan Flores (PKF) datang dari jauh, dari Benua Australia.
Bung Frans Mado, tokoh diaspora Flores yang bermukim di Perth, Australia, memberikan tanggapan mengharukan atas berita ISTANA NETIZEN COM berjudul _“Ibu Bumi Flores Bisa Marah”_ yang tayang Rabu, 16 September 2026.
Dalam tanggapannya, Bung Frans Mado menyebut perjuangan PKF telah memasuki babak baru.
“PEMERINTAH PUSAT SUDAH PAHAM LETAK IBUKOTA PKF”
Menurut Bung Frans Mado, saat ini Pemerintah Pusat sudah paham dimana letak Ibukota Provinsi Kepulauan Flores itu.
 _”Dengan Membuka Rapat Resmi Penanganan Gempa Flores yang berpusat di KOTA MBAY Nagekeo; maka telah tertulis sejarah yang valid dan berkantor di KOTA MBAY NAGEKEO,”_ tulis Bung Frans Mado dari Perth.
Artinya, berkat Gempa 7,7 SR 26 Agustus 2026, Jakarta tidak lagi bisa beralasan tidak tahu dimana Mbay. Rapat resmi penanganan gempa yang dipimpin Presiden, Wapres, Mendagri, Panglima, Kapolri di Mbay telah menjadi sejarah valid yang tercatat dalam lembaran negara.
PRABOWO GENTLEMAN AKAN WUJUDKAN PKF
Lebih lanjut, Bung Frans Mado menaruh harapan besar pada Presiden RIÂ Prabowo Subianto.

 _“Selanjutnya, bahwa PRESIDEN RI Bapak Prabowo, telah memahami kehendak Rakyat KEPULAUAN FLORES untuk bersama-sama meracik langkah berikutnya untuk menjadi Rian PKF itu menjadi PROVINSI BARU DI INDONESIA.”_
 _”Presiden Prabowo sangat gentleman dan berani membela rakyat KEPULAUAN FLORES untuk menghadirkan PKF dalam masa jabatannya.”_
_“Kita yakin; Beliau adalah Pemimpin yang berjiwa besar dan memperhatikan rakyatnya. Amin.”_
PESAN DARI PERANTAUAN
Tanggapan dari Perth ini menjadi bukti bahwa perjuangan 2,2 juta rakyat Flores di 9 kabupaten, Kongres Mbay 2015, lahan 31 Ha yang sudah bersertifikat sejak 2016, dan 3 kali usulan 2013-2023, tidak hanya didengar di Ruteng-Mbay-Jakarta, tapi juga di Australia.
Diaspora Flores di luar negeri ikut berdoa agar janji gentleman Presiden Prabowo mewujudkan PKF bukan sekadar janji moratorium lagi.***
Penulis /Reporter: Tim Redaksi ISTANA NETIZEN COM
Editor : AJ










