RUTENG, ISTANA NETIZEN COM – Ada fakta paling krusial yang menjelaskan mengapa Ketum P4KF Adrianus Jehamat menyebut Gempa 7,7 SR di Mbay adalah _”Pilihan Terakhir Ibu Bumi Flores”_.

Ternyata, seluruh rakyat Flores sudah sepakat 11 tahun lalu!
KESEPAKATAN 9 KABUPATEN: 2,2 JUTA RAKYAT SUDAH SATU SUARA
Apalagi para Bupati, Wakil Bupati dan segenap Pimpinan DPRD di 9 kabupaten di Kepulauan Flores sebagai representasi dari 2,2 juta rakyat Flores yang tersebar di:
Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat
Telah BERSEPAKAT untuk membentuk Provinsi baru pemekaran dari Provinsi NTT dengan nama Provinsi Kepulauan Flores disingkat PKF.
Kesepakatan bersejarah ini adalah hasil dari Kongres Rakyat Flores Lembata (KR-FL) yang digelar oleh P4KF di Aula Kantor Bupati Nagekeo di Mbay pada 20 Maret 2015.
LAHAN 31 Ha CALON IBUKOTA PKF SUDAH SIAP SEJAK 2016
Bahkan, setahun pasca Kongres, Pemkab Nagekeo resmi telah menyediakan lahan bersertifikat seluas 31 Ha untuk calon Ibukota PKF pada 2016. Lokasinya di Mbay. Surat sertifikat sudah ada. Lahan sudah clear!
3 KALI USULAN RESMI 2013-2023 TAK DIRESPON
Usulan resmi dari P4KF ke Gubernur dan DPRD NTT di Kupang hingga Presiden, DPR dan DPD RI bersama jajaran terkait di Jakarta telah pula disampaikan sejak 2013-2023 sebanyak 3x. Namun tak kunjung direspon!
Inilah yang membuat tulisan Ketum P4KF pada 16 September 2026 menjadi sangat emosional:
 _”Ibu Bumi Kepulauan Flores bisa marah.”_
HIKMAH GEMPA 26 AGUSTUS 2026
Maka ketika Gempa 7,7 SR mengguncang Mbay pada 26 Agustus 2026, seluruh pucuk pimpinan negara: Presiden, Wapres, Mendagri, BNPB, Panglima TNI, Kapolri, dan Sejumlah Gubernur akhirnya terpaksa datang dan berkantor sementara sehari di Mbay pada 26-08-2026.
Baru setelah diguncang gempa, Jakarta tahu dimana letak calon ibukota PKF yang sudah disiapkan 31 Ha sejak 2016.***
Reporter: Tim Redaksi ISTANA NETIZEN COM
Editor : YT










