Istana Netizen.com, Kupang –
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala desa se-Pulau Flores bergerak cepat mendata kerusakan rumah warga terdampak Gempa Flores M7,7, pada 15 Agustus 2026.
Penekanan itu disampaikan saat peninjauan lapangan di NTT, Selasa (18/8/2026). Mendagri menegaskan pencairan dana bantuan pemulihan hunian hanya bisa jalan kalau data dari desa sudah masuk.
RINCIAN BANTUAN BNPB SUDAH SIAP
1. Rusak Ringan: Rp15 juta
2. Rusak Sedang: Rp30 juta
3. Rusak Berat: Rp60 juta – Rp70 juta

“Kecepatan pencairan bantuan sangat bergantung pada ketepatan data yang dihimpun dari tingkat desa,” tegas Tito dilansir Fokus NTT.com, melansir Metro TV, Selasa 18/8/2026.
Mendagri menilai proses rekonstruksi di Nagekeo hingga Manggarai bisa lebih cepat karena struktur tanah warga masih utuh dan tidak butuh relokasi lahan.
KENDALA: PEMDES BELUM LAPOR
Di lapangan, pendataan justru jadi hambatan
Lexy Arman Jaya, Anggota DPRD Kab. Manggarai Fraksi Demokrat, menyebut Pemkab kewalahan karena belum ada laporan kebutuhan riil dari desa.
“Sejak Sabtu pasca gempa kami sudah koordinasi. Masalahnya tidak ada daftar kebutuhan riil dari desa yang masuk ke pemkab. Itu soalnya,” ujar Alex dilansir Fokus NTT.com, Selasa, 18/8/2026.
Menurutnya, kalau desa lambat lapor, BPBD juga susah distribusi bantuan.
“Pemkab tidak tahu titiknya mau disalurkan ke mana, karena pemerintah desa tidak menyampaikan laporan.”
Alex berharap hari ini distribusi logistik tanggap darurat di Manggarai segera dimulai.***
Reporter: Tim IstanaNetizen
Editor : AJ










