ISTANA NETIZEN.COM, KUPANG — Kritik pedas dilontarkan di ruang Rapat Paripurna DPRD NTT. Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patrianus Laliwolo menyoroti lambannya penanganan dan pemulihan bencana di NTT.

Pernyataan itu disampaikan Patris, sapaan akrabnya, pada Selasa 08 September 2026. Ia mengambil contoh dari 2 bencana besar sebelumnya sebagai bahan evaluasi penanganan gempa 7 kabupaten di Flores saat ini.
“Di Mauponggo Hanya Jadi Jembatan”
Patris menyinggung pemulihan bencana banjir bandang di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Menurutnya, setelah bencana banyak pejabat pusat yang turun dengan rombongan besar.
_”Di Maupunggo, setelah bencana, banyak pejabat pusat turun bersama rombongan, biaya perjalanan yang besar, sampai saat ini hanya jadi jembatan, rumah warga belum dibantu”_ tegasnya.
Ia mempertanyakan efektivitas kunjungan jika hasil di lapangan tidak dirasakan langsung oleh korban.
Hunian Tetap Lewotobi 1 Tahun Tak Selesai
Selain itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT` ini juga menyoroti penyelesaian Hunian Tetap bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
_”Satu kecamatan saja, lebih dari satu tahun tidak bisa diurus, bagaimana mau urus tujuh kabupaten yang terdampak gempa di Flores?”_ kritik Patris.
Bagi Patris, jika untuk 1 kecamatan saja butuh waktu lebih dari setahun, maka penanganan 7 kabupaten terdampak gempa harus jadi perhatian serius pemerintah.
Tuntut Kecepatan dan Tepat Sasaran
Sebagai mitra pemerintah, Komisi IV DPRD NTT mendorong agar pola penanganan bencana ke depan tidak bertele-tele. Bantuan harus cepat, tepat sasaran, dan langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.
Tagar #PDIPmelayani dan #FloresLekasPulih yang diusungnya menjadi penegasan bahwa rakyat tidak boleh menunggu terlalu lama dalam kondisi darurat.***
Penulis/ Reporter : Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor : AJ











