ISTANA NETIZEN.COM, LABUAN BAJO. — Tepat Jumat, 11 September 2026 pukul 24.00 WITA, status Tanggap Darurat Bencana Gempa 7,7 SR di Kabupaten Manggarai Barat resmi berakhir.

Beras, tenda, mie instan sudah didistribusikan ke 169 Desa/Kelurahan di 12 Kecamatan. Sekarang Pemkab Mabar ganti haluan. Masuk ke babak paling berat: membangun kembal.
13.296 RUMAH RUSAK JADI FOKUS UTAMA
Data final yang dipaparkan Wabup Mabar dr. Yulianus Weng dalam Rakor bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena di Aula Kantor Bupati Mabar bikin tercengang.
Hasil pendataan PPL dan PKB pakai Open Camera + GPS mencatat:
1. Rusak Berat: 397 unit
2. Rusak Sedang: 1.400 unit
3. Rusak Ringan: 3.892 unit
4. Tidak Sesuai Klasifikasi: 8.007 unit atau 58,6%
Total: 13.296 unit rumah warga Mabar terdampak.
Belum lagi 72 gedung sekolah, 20 Puskesmas, 52 tempat ibadah, dan 54 titik infrastruktur. Untuk pendidikan saja, ada 256 ruang kelas SD-SMP` yang rusak.
DUITNYA ADA, TAPI CUKUP?
Pemkab buka kartu soal anggaran.
Dana Siap Pakai BNPB: Rp13 Miliar. Sudah cair Rp5,5 Miliar.
Bantuan Presiden: Rp4,1 Miliar sudah masuk.
Penyalurannya nanti disesuaikan dengan RKP Desa masing-masing.
Untuk solusi cepat:
– Pendidikan: Bangun kelas darurat 7×8 meter. Rangka gotong royong, atap terpal dari pemerintah.
– Kesehatan: Pasang tenda 6×12 dan 6×8 di 20 Puskesmas. Dari 78 tenda BNPB, sisa 1 unit di posko.
PESAN WABUP: JANGAN ADA YANG TERTINGGAL
“Kita pastikan tidak ada satu tempat pun yang terkecil tidak tersentuh bantuan pemerintah ,” tegas dr. Yulianus Weng.
Wabup juga minta warga sabar. Apresiasi disampaikan ke BNPB, TNI-Polri dan semua relawan yang masih mendampingi.
Kabar baiknya: Masyarakat sudah mulai beraktivitas normal. Tapi pemerintah belum boleh lengah karena masih ada warga yang tidur di halaman.
APA KATA GUBERNUR?
Rakor ini dipimpin langsung Gubernur NTT Melki Laka Lena. Hadir juga Forkopimda, Pimpinan OPD Pemprov, perwakilan BNPB, dan seluruh OPD Mabar.
Instruksinya satu: Percepatan Rehabilitasi. Jangan sampai warga Mabar menunggu terlalu lama untuk punya rumah layak lagi.
ANALISIS ISTANA NETIZEN
Tanggap darurat boleh selesai. Tapi 58,6% rumah “tidak sesuai klasifikasi” itu PR besar.
Mereka ini masuk kategori mana? Dapat bantuan atau tidak?
Pemkab punya waktu, punya dana awal, dan punya kepercayaan warga. Sekarang tinggal kerja, awasi, dan laporkan secara transparan.
Tenda darurat boleh dibongkar. Tapi jangan sampai semangat membangun rumah warga ikut dibongkar.***
Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen
Editor : AJ









