ISTANA NETIZEN.com, MANGGARAI TIMUR – “Kami juga korban!” teriakan itu menggema di Posko Pengungsian Kecamatan Lamba Leda Utara. Camat Agus Supratman meluapkan kekecewaan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena data bantuan yang diklaim “mengalir deras” ternyata jauh dari kenyataan.
Pernyataan itu disampaikan Jumat 21/8/2026, sepekan setelah Gempa Flores magnitudo 7,7 mengguncang Manggarai Timur pada Sabtu 15/8/2026.
FAKTA DI LAPANGAN: HANYA 300 TAS UNTUK 11 DESA
Camat Agus membongkar rincian bantuan yang benar-benar diterima pihak kecamatan.

“Kenyataan bantuan yang diterima saat ini, 300 tas paket Inpres. Isinya gula 1 kg, daun teh satu kotak, susu Indomilk 1 kotak, margarin 2 bungkus, kopi kapal api 350 gram, beras merek boneka sawah kurang lebih 2 kg, ikan sarden 1 kaleng,” ujar Agus kepada wartawan.
Dengan 11 desa di wilayah Lamba Leda Utara, maka setiap desa hanya kebagian rata-rata 27 tas.
Selain paket sembako, logistik non-pangan yang tercatat di posko kecamatan meliputi:
– Selimut: 5 karung, total 3.375 lembar
– Matras 5 koli, total 1.250 lembar
– Telur: 16 ikat
– Air Minum Mineral: 20 dos
– Tenda Keluarga: 20 buah
– Hygiene Kit 50 buah
ADU MULUT DAN PENOLAKAN TANDA TANGAN
Ketegangan terjadi saat petugas BNPB pusat mendesak Camat untuk menandatangani berita acara penyerahan barang. Petugas terus berdalih bahwa bantuan yang disalurkan sudah sangat banyak.
Emosi Camat pun tersulut. Ia menolak tegas dan mengajak petugas melihat langsung kondisi riil logistik di posko.
“Saya tidak mau tanda tangan. Jumlah fisik barang di posko jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah yang tertera di atas kertas,” tegas Agus.
Ia memastikan seluruh bantuan yang masuk langsung didistribusikan secara transparan ke 11 desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
TUNTUTAN: SELARASKAN DATA DENGAN KENYATAAN
Camat Lamba Leda Utara menyayangkan adanya klaim sepihak dari pusat. Padahal di lapangan, warga terdampak gempa di Manggarai Timur masih sangat membutuhkan pasokan logistik tambahan.
Pihak kecamatan berharap pemerintah pusat segera menyelaraskan data administrasi dengan realitas distribusi di lapangan agar penanganan bencana berjalan optimal dan tidak menambah beban korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari BNPB terkait perbedaan data di Manggarai Timur.***
Penulis: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor : AJ











