ISTANA NETIZEN.COM, MANGGARAI — Minggu, 13 September 2026.
Tepat hampir sebulan sejak Gempa Flores 7,7 SR, 15 Agustus 2026, luka belum sembuh. Rumah rata, harapan runtuh, dan trauma masih menghantui.
Di tengah itu, muncul ajakan dari Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit: Kita semua sedang terjatuh, tapi tidak ada alasan untuk tidak bangkit.
Pesan itu disampaikan lewat kampanye PRAY FOR FLORES – Bersama dalam doa, bersama dalam harapan.
“TIDAK ADA ALASAN UNTUK TETAP TERLUKA”
Dalam video yang beredar, Bupati Hery Nabit berbicara dengan suara bergetar:
“Kita semua sedang terjatuh tapi tidak ada alasan untuk tetap terluka. Tidak ada alasan untuk tidak bangkit. Tidak ada alasan untuk tidak pulih. Karena itu kepada semua yang terdampak langsung maupun yang tidak, saya minta supaya kita pulih bersama, kita pulih lebih cepat”
Ia juga mengapresiasi bantuan yang datang dari berbagai pihak.
“Ada banyak hati terketuk selama ini. Datang memberikan bantuan, datang memberikan penguatan. Sesedikit apa pun. Hari ini jumlah bukan soal. Tapi kehadiran menguatkan”
MANGGARAI KEMBALI KE TITIK NOL
Dalam poster resmi PRAY FOR FLORES, Bupati Hery menyebut kondisi Manggarai saat ini:
“MANGGARAI KEMBALI KE TITIK NOL: TRAUMA PSIKOLOGIS DAN KEHILANGAN HARAPAN”
“Banyak warga, baik dari sisi psikologis hingga fisik, yang merasa hidup mereka harus dimulai kembali. Dari titik nol. Rumah yang dibangun melalui proses menabung bertahun-tahun sudah rata. Sementara badan pun/gigitan saat ini masih harus berjuang” ujar Hery Nabit, Bupati Manggarai

BUKTI NYATA: HADIR DI TENGAH PENGUNGSI
Foto-foto dokumentasi menunjukkan Bupati tidak hanya bicara.
1. Menggenggam tangan anak – dengan rompi bertulis OMNIA IN CARITATE – Semua dalam Kasih.
2. Menengok pasien di tenda medis – menggenggam tangan warga yang terbaring sakit.
3. Duduk bersama warga di tenda pengungsian – mendengar langsung keluh kesah.
Kampanye lain bertuliskan:
“Mungkin hari ini air mata terlihat lebih banyak dari senyum. Tapi percayalah setiap ujian tidak datang untuk menghancurkan kita. Tuhan sedang menguatkan hati yang begitu besar dalam diri kita. Teruslah bersyukur karena dalam setiap musibah selalu ada harapan. KAMU NGGA SENDIRIAN”
CATATAN REDAKSI ISTANA NETIZEN
13 September 2026. Flores tidak butuh dikasihani. Flores butuh ditemani.
Pesan Bupati Hery dan kampanye PRAY FOR FLORES mengingatkan kita: Pemulihan bukan hanya soal semen dan seng. Tapi soal menyembuhkan trauma, mengembalikan harapan, dan memastikan tidak ada yang merasa sendirian.
Dari Holyland Watu Rena di Nagekeo, dari Dusun Lareng di Manggarai Barat, sampai Manggarai – satu pesan yang sama: Bangkit bersama.***
Reporter: Tim ISTANANETIZEN.COM
Editor: AJ










