JAKARTA, Media IstanaNetizen Com – Kamis, 1 Oktober 2026

Momen bersejarah terjadi di Istana Negara, Jakarta, Kamis sore (1/10/2026) .
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R-57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 tentang usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri.
Dalam prosesi sakral di Istana, Suyudi Ario Seto mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.
“Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya,” ucap Suyudi saat membacakan sumpah, seperti terekam dalam video Istana.
Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Kapolri baru tersebut. Turut hadir para pejabat tinggi negara dan pimpinan Polri.
Suyudi Ario Seto resmi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah memasuki masa purna tugas setelah menjabat selama 5 tahun 8 bulan, menjadi Kapolri terlama di era Reformasi. Listyo Sigit selanjutnya ditunjuk Presiden menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akpol 1994 dan dikenal berpengalaman panjang di bidang reserse. Sebelum menjadi Kapolri, ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sejak 25 Agustus 2025, setelah sebelumnya menjadi Kapolda Banten.
Proses pergantian Kapolri terbilang super cepat. Dalam satu hari yang sama, Kamis (1/10/2026), Suyudi menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI yang dipimpin Habiburokhman dan disetujui secara aklamasi, kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Puan Maharani, dan langsung dilantik di Istana Negara sore harinya.
Dengan visi “Polri Bersama Masyarakat”, Kapolri baru diharapkan membawa transformasi Polri yang lebih humanis dan dekat dengan rakyat.***
TIM ISTANANETIZEN










