BORONG, Media IstanaNetizen Com – Sabtu Malam, 3 Oktober 2026

Setelah foto gotong royong 2 KM jalan rabat Desa Rondo Woing, Kecamatan Rana Mese viral di Facebook Sabtu 3 Oktober 2026 dan menjadi amunisi keras P4KF ( Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores)soal NTT MEKAR TIGA, akhirnya Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur buka suara!
Melalui Kepala Dinas PUPR Ferdi Mbembok, Pemkab Matim menyampaikan TANGGAPAN RESMI eksklusif kepada Media Istana Netizen Com, Sabtu malam 3 Oktober 2026.
ISI LENGKAP TANGGAPAN RESMI:
TANGGAPAN RESMI DINAS PUPR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR
Atas Aksi Swadaya Perbaikan Jalan oleh Warga Desa Rondo Woing, Kecamatan Rana Mese
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi kepada seluruh warga Desa Rondo Woing, para tokoh agama, dan para dermawan atas aksi gotong royong perbaikan jalan rabat beton di wilayah tersebut. Semangat kebersamaan ini membuktikan bahwa budaya gotong royong di Manggarai Timur masih terjaga dengan sangat baik.
Terkait pemberitaan dan kritik yang beredar, Dinas PUPR memandangnya sebagai bentuk kepedulian konstruktif bagi kemajuan daerah.
Pemerintah sama sekali tidak “tidur”, melainkan terus berupaya keras merespons berbagai kebutuhan infrastruktur di seluruh wilayah Manggarai Timur secara bertahap dan berkeadilan.
Dapat kami jelaskan juga bahwa :
1. Dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada tahun anggaran berjalan, kapasitas fiskal daerah kita mengalami tekanan yang cukup signifikan akibat kebijakan efisiensi anggaran secara nasional maupun penyesuaian dana transfer ke daerah. Di sisi lain, luas wilayah pelayanan dan bentangan infrastruktur jalan kabupaten yang harus ditangani sangat luas, sehingga alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum mampu mengcover seluruh usulan perbaikan jalan secara serentak.
2. Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR selalu berupaya menyusun skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi, volume mobilitas ekonomi warga, serta ketersediaan sumber pendanaan (baik melalui APBD murni, Dana Alokasi Khusus/DAK, maupun skema pembiayaan alternatif lainnya). Semua ruas jalan Kabupaten tentu menjadi prioritas yang dalam pelaksanaanya akan dilakukan secara bertahap.
Demikian tanggapan ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Jawaban tegas, jujur dan terbuka!
Kadis Ferdi Mbembok mengakui, Pemkab tidak tutup mata, tapi kapasitas fiskal sedang tertekan berat karena efisiensi anggaran nasional dan pemotongan dana transfer pusat ke daerah. Sementara bentangan jalan kabupaten di Matim sangat luas, APBD tidak cukup untuk cover semua sekaligus.
Skala prioritas harus dibuat berdasarkan urgensi dan volume ekonomi.
Media Istana Netizen Com menilai, tanggapan ini adalah bukti bahwa sentralisasi fiskal di Kupang dan Jakarta inilah akar masalah! Inilah kenapa perjuangan 10 Pejuang NTT MEKAR yang kini sudah genap termasuk Yosep Martini dari Waka Pacar, dari target 900 Pejuang dari sembilan kabupaten di Kepulauan Flores yang kini sedang dijaring oleh P4KF, menuntut Provinsi Kepulauan Flores (PKF) dan NTT MEKAR TIGA, menjadi sangat relevan.
Kalau fiskal Matim saja tertekan, bagaimana bisa membangun Rondo Woing tanpa provinsi baru?
Pemerintah sudah jawab, rakyat sudah berjuang, sekarang bola ada di tangan Gubernur Melki sebagai Putra Flores untuk torehkan tinta emas sebagai Gubernur Terakhir NTT!
Reporter Tim Istana Netizen










