MALANG, Media Istana Netizen Com – Seruan paling keras datang dari perantauan. Dion Ola Betekeneng, dosen asal Lembata yang mengajar di salah satu perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur, mengirimkan pendapat pedasnya ke redaksi Istana Netizen Com, Jumat siang 16 Oktober 2026.

Judulnya tak main-main: _“Kumandangkan Provinsi Flores di Setiap Forum, Jangan Tunggu Restu Gubernur.”_
Menurut Dion, sudah terlalu lama anggota DPR RI dan DPD RI asal NTT, terutama Dapil NTT 1 (Flores, Lembata, Alor) diam dan hanya menunggu bola dari Kupang.
“Anggota DPR RI dan DPD RI tidak boleh diam. Aspirasi pemekaran Flores, Lembata, Alor menjadi Provinsi Flores bukan keinginan elit semata, melainkan suara rakyat yang menginginkan pelayanan publik lebih dekat, pembangunan lebih merata,” tegasnya.
5 LANGKAH KONKRET YANG HARUS DILAKUKAN SEKARANG:
Dion membeberkan strategi tempur yang bisa langsung dijalankan tanpa menunggu Pasal 38 atau Desartada:
1. JADIKAN OPENING STATEMENT DI SETIAP RAPAT
Jangan tunggu agenda pemekaran. Di setiap rapat Komisi, Fraksi, Pleno, Reses, DPD, bahkan ruang diskusi publik, buka pidato dengan kalimat: _“Saya bicara atas nama 2,2 juta rakyat Flores yang menuntut Provinsi Kepulauan Flores.”_
2. DORONG DPRD KABUPATEN/KOTA & PROVINSI KELUARKAN USULAN RESMI
Tekan 9 DPRD Kabupaten di Flores, Lembata, Alor + DPRD Provinsi NTT untuk mengeluarkan SK Persetujuan Bersama. Ini syarat wajib PP 78/2007.
3. DESAK DPD RI AJUKAN RUU INISIATIF PROVINSI FLORES
Ini jurus yang dipakai Papua. DPD RI punya hak inisiatif RUU pembentukan provinsi. Jangan tidur. Gunakan!
4. DORONG DPR RI BENTUK PANSUS PEMEKARAN NTT
Jangan bahas NTT secara umum. Minta Pansus Khusus Pemekaran NTT, agar Flores, Sumba, Timor dibahas secara terpisah dan cepat.
5. KONSOLIDASI RAKYAT – JADIKAN GERAKAN BERSAMA
Turun ke Lembata, Alor, Flores, sosialisasi. Jangan biarkan isu ini hanya hidup di grup WhatsApp.
PESAN MENUSUK: JANGAN TUNGGU RESTU GUBERNUR
“Kalau menunggu restu Gubernur dengan mengandalkan Pasal 38 UU 23/2014 saja, Flores akan menunggu 10 tahun lagi. Papua tidak menunggu Gubernur, mereka langsung lewat Senayan. Flores harus kumandangkan di setiap forum Senayan.”
TUNTUTAN KE 6 ANGGOTA DPR RI DAPIL NTT 1:
1. Andreas Hugo Parera (PDIP)
2. Ahmad Yohan (PAN)
3. Dipo Nusantara Pua Upa (PKB)
4. Benny Kabur Harman (Demokrat)
5. Julie Sutrisno Laiskodat (NasDem)
6. Melchias Markus Mekeng (Golkar)
Dan semua anggota DPD RI asal NTT.
Rakyat menunggu aksi nyata di Senayan, bukan hanya foto reses di sawah dan kebun.
—










