LABUAN BAJO – RUTENG, ISTANA NETIZEN COM – Laporan Ketua Korwil P4KF Kabupaten Manggarai Barat, Sipri Hagung, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT, kepada Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (Ketum P4KF), Adrianus Jehamat, di Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Kamis siang, 5 November 2026, langsung ditanggapi Ketum P4KF.

Laporan itu berisi catatan penting soal 5 opsi yang selama ini beredar.
” Pak Ketum, sebaiknya 5 opsi ini adalah versi P4KF, bukan versi kesepakatan bersama para Bupati sedaratan Flores.”
Demikian isi awal laporan Ketua Korwil P4KF Kabupaten Manggarai Barat.
Menurut Sipri Hagung, jika 5 opsi itu dipaksakan sebagai kesepakatan bersama, maka prediksinya proses pemilihan akan berulang seperti sebelumnya. Akan ada yang _walk out_, seperti yang dilakukan oleh Bupati Ende, Paulinus Domi (Alm), saat itu.
Untuk itu, ia mengusulkan agar opsi ini diberikan kepada 9 para Bupati.
Bocoran Maurole
Dari bocoran yang ia peroleh, ia tidak menyebut nama Bupatinya, namun menurut bocoran tersebut 9 Bupati sepakat di Maurole, Pantura antara Mbay dan Maumere.
Skemanya:
– Maumere bisa manfaatkan bandaranya sebagai kota provinsi
– Mbay untuk pengembangan kota provinsi
– Ende kebagian wilayah karena Kecamatan Maurole milik Kabupaten Ende
Tiga Bupati ini sudah setuju, tinggal tok di Maumere.
Ketum P4KF Luruskan: 5 Lokasi Itu Pilihan Bupati, Bukan P4KF!
Menanggapi laporan Ketua Korwil P4KF Kabupaten Manggarai Barat itu, Ketum P4KF menegaskan bahwa lima lokasi calon ibu kota PKF yang disebut-sebut itu yakni Maumere, Ende, Mbay, Borong, dan Labuan Bajo adalah pilihan para Bupati dan Pimpinan DPRD 9 kabupaten se-Flores dan Lembata dalam forum Kongres Rakyat Flores Lembata (KR-FL) di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada 20 Maret 2015.
Sebelumnya, para Bupati dari 7 kabupaten se-Flores dan Lembata yang menjadi peserta Mubes Orang Flores di Ruteng – Manggarai 2003 pun telah memunculkan 3 nama calon ibu kota PKF yakni Mbay, Maumere dan Ende.
_“Lima lokasi calon ibu kota PKF yang diurutkan dari Timur ke Barat Kepulauan Flores itu bukan pilihan P4KF, melainkan pilihan para Bupati dan Pimpinan DPRD 9 kabupaten di Flores dan Lembata yang menjadi peserta Kongres Rakyat Flores Lembata KR-FL di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada 20 Maret 2015,”_ ungkap Ketum P4KF seraya menyebutkan bahwa dalam Mubes Orang Flores di Ruteng 2003, para Bupati dari 7 kabupaten di Kepulauan Flores saat itu (sekarang 9 kabupaten) juga memunculkan 3 nama lokasi calon ibu kota PKF yakni Mbay di Kabupaten Ngada (sekarang Kabupaten Nagekeo, pemekaran Kabupaten Ngada 2008), dan Ende di Kabupaten Ende serta Maumere di Kabupaten Sikka.

Ketum: Jika Benar 9 Bupati Sepakat di Maurole, Buktikan di Maumere!
Lebih lanjut Ketum P4KF Adrianus Jehamat menyatakan, jika informasi dari Ketua Korwil P4KF Kabupaten Manggarai Barat itu benar, bahwa 9 Bupati sudah sepakat soal calon tunggal ibu kota PKF di Kecamatan Maurole di wilayah Utara Kabupaten Ende, itu artinya para Bupati sepakat ibu kota PKF di Maurole – Ende yang diapit Kabupaten Nagekeo di sebelah Barat dan Kabupaten Sikka di sebelah Timur.
Namun demikian, kepastian soal calon tunggal ibu kota PKF hanya bisa diperoleh melalui pertemuan resmi para Bupati 9 kabupaten di Kepulauan Flores yang direncanakan akan digelar di Maumere akhir tahun ini.
_“Pembuktian kebenaran calon tunggal ibu kota PKF itu hanya bisa didapat melalui dokumen persyaratan administratif usulan PKF oleh Gubernur NTT kepada Pemerintah Pusat. Dokumen persyaratan administratif yang menjadi kewenangan kabupaten dan provinsi induk itu harus memuat tiga hal, antara lain calon tunggal ibu kota provinsi.”_ tegas Adrianus Jehamat.
Sumber Laporan:
– Laporan Ketua Korwil P4KF Kabupaten Manggarai Barat, Sipri Hagung – Labuan Bajo, Kamis siang, 5 November 2026
– Tanggapan Ketua Umum P4KF, Adrianus Jehamat – Ruteng
Redaksi: Media Istana Netizen Com
—









