Beranda » Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat Temui Kapolres, Bahas Tindak Lanjut Temuan KPK : Adanya Indikasi Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur !
ISTANA NETIZEN.COM – Dipicu oleh temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan adanya indikasi telah berlangsungnya aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar, tak jauh dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT, sebagaimana dilansir CNN Indonesia (28/11/2025). Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat, Silverius Syukur bersama jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat 2025-2030 memutuskan untuk beraudiensi langsung dengan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang.
DPC PDIP Surat Kapolres Manggarai Barat Minta Audiensi
Rencana audiensi Ketua DPC PDIP bersama rombongan dengan Kapolres Manggarai Barat bersama jajarannya, tertuang dalam Surat DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat, bernomor : 02/ DPC-MB/EX/XII/2025, perihal Permohonan Audiensi tujuan Kapolres Manggarai Barat.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua, Silverius Syukur dan Sekretaris, Agus Jik (6/11/2025), DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat meminta kesediaan waktu Kapolres Manggarai Barat untuk beraudiensi di Kantor Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, yang dijadwalkan (8/12/2025)
Pantauan media ini, Sil, demikian Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat itu disapa, didampingi Sekretaris, Agus Jik, Bendahara, Lasarus Pen, Kabid Ideologi, Dedi Asmon, dan Wakil Sekretaris Program, Eduardus Karisma Pampur menyambangi Polres Manggarai Barat, Senin pagi (8/12/2025)
Kapolres Manggarai Barat Sambut Hangat Kehadiran Ketua DPC PDIP
Kehadiran Sil bersama rombongan disambut hangat oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, didampingi Kanit Tipiter, IPDA Adhar, dan KBO Sat.Pol Air, IPDA Hendro Manurung di ruang pertemuan di Kantor Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, Senin pagi (8/12/2025)
Mengawali pertemuan, Sil,
memperkenalkan diri bersama sejumlah pengurus DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat 2025-2030 kepada Kapolres Manggarai Barat, sembari menyampaikan tujuan audiensi dengan Kapolres Christian yakni untuk mengetahui gambaran persis dari temuan hasil investigasi Satgas KPK yang meyebutkan adanya tanda -tanda telah berlangsungnya aktivitas tambang emas ilegal yang berlokasi di Pulau Sebayur. Sekaligus meminta informasi tentang tindakan hukum yang telah dilakukan oleh Kapolres Manggarai Barat bersama jajarannya.
” Saya Silverius Syukur, Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat bersama Sekretaris, Pak Agus Jik. Bendahara, Pak Lasarus Pen, Kabid Ideologi Dedi Asmon dan Wakil Sekretaris Program Eduardus Karisma Pampur, sungguh berterima kasih atas kesediaan Bapak Kapolres untuk beraudiensi dengan Kami sesuai surat yang telah kami sampaikan sebelumnya,” ungkap Sil membuka pertemuan.
Lebih lanjut, Sil, dihadapan Kapolres Manggarai Barat menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir, seluruh ruang diskusi di media sosial, maupun di berbagai sudut kota dan di warung – warung kopi, diisi dengan materi terkait hal yang sangat mengejutkan semua pihak terkait temuan KPK, ada aktivitas tambang emas daerah di daerah itu.
“Dalam sepekan terakhir, seluruh ruang diskusi di media sosial, maupun di berbagai sudut kota dan warung-warung kopi di Labuan Bajo diisi dengan materi diskusi terkait hal yang mengejutkan semua pihak terkait temuan KPK, ada aktivitas tambang emas di daerah ini,” terang Sil.
Partai Wajib Berkoordinasi Dengan Kapolres Manggarai Barat Demi Penyelamatan Daerah Pariwisata Dari Potensi Ancaman Bahaya Tambang
Menurut Sil, partai wajib untuk berkoordinasi dengan Kapolres guna mendapatkan gambaran yang sebenarnya terkait tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar, yang disuarakan oleh KPK. DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat ingin memastikan apakah temuan dari KPK soal penambangan emas ilegal ini benar- benar ada atau tidak.
” Kami sebagai partai juga wajib untuk bisa berkoordinasi dengan Bapak Kapolres. Seperti apa sebenarnya gambaran temuan KPK terkait tambang emas ilegal ini. Apakah temuan KPK soal penambangan emas ilegal ini benar-benar terjadi atau tidak .Hal inilah yang kami pandang perlu untuk berkoordinasi dengan Bapak Kapolres dengan pemerintah,” tegas Sil.
Apalagi didalam berita yang beredar, lanjut Sil, lokus dari kegiatan penambangan emas ilegal itu ada di wilayah hukumnya Polres Manggarai Barat. Juga diberitakan bahwa ada orang-orang sebagai pelaku yang terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal pada bulan Oktober lalu.
” lokus dari kegiatan penambangan emas ilegal itu ada di wilayah hukumnya Polres Manggarai Barat. Juga diberitakan bahwa ada orang-orang sebagai pelaku yang terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal pada bulan Oktober itu,” beber Sil.
Bagi DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat, kepentingan besarnya tentu bukan hanya sekadar pengambilan emas, tetapi lebih jauh adalah tentang pengamanan daerah pariwisata dari bahaya tambang liar yang rentan terhadap penggunaan bahan kimia beracun yang mengancam kelangsungan hidup semua mahluk di daerah pariwisata super prioritas.
” Bagi kami rakyat, kepentingan besarnya adalah bagaimana mengamankan daerah pariwisata ketika terjadi penambangan liar, dan diberitakan dalam proses penambangan itu dilakukan proses pemisahan pasir, batu, dan emas. Hal ini tentu akan menjadi ancaman bagi daerah ini yang sudah ditetapkan sebagai daerah pariwisata super premium,” ungkap Sil seraya menambahkan ;
” Saya kira, kami dan Bapak Kapolres punya kepentingan yang sama untuk sama-sama menjaga daerah ini.”
PDIP Desak Kapolres Usut Tuntas
Bagi DPC PDI Kabupaten Manggarai Barat, kalau hal yang disuarakan oleh KPK itu benar maka Partai Politik besutan Megawati Soekarnoputri itu mendesak Kapolres Manggarai Barat agar melakukan pengusutan tuntas atas kasus tambang emas ilegal itu
” Jika apa yang diberitakan itu betul, secara partai kami mendesak Bapak Kapolres untuk usut tuntas hal ini. Kami sebagai partai sekaligus sebagai rakyat pasti sangat mendukung langkah Kapolres untuk mengusut tuntas persoalan tambang emas ilegal di daerah ini,” tegas Sil meyakinkan Kapolres Manggarai Barat.
Proficiat dan Selamat untuk Pengurus baru DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang sambut hangat kedatangan Ketua DPC PDIP sekaligus menyampaikan Proficiat dan ucapan selamat secara langsung kepada Ketua-Sekretaris-Bendahara (KSB) bersama seluruh jajaran DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat.
“Terima kasih atas kunjungannya Bapak. Kami ucapkan Proficiat dan selamat atas terpilihnya sebagai Ketua Sekretaris Bendahara (KSB) PDIP Kabupaten Manggarai Barat. Kami juga sering intens berkoordinasi sama Bapak Ketua DPRD. Sempat berkomunikasi menyampaikan ada kegiatan Anggota DPRD PDIP di Kantor. Bliau sampaikan, sampaikan saja Pak apa yang mereka butuhkan.” Ungkap Kapolres Christian.
Menanggapi permintaan DPC PDIP terkait informasi seputar aktivitas tambang emas liar dan tindakan hukum atas hal yang menjadi temuan hasil investigasi Satgas KPK yang mengindikasikan adanya aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar. Kapolres Christian memilih sangat hati-hati dalam menyampaikan keterangan di ruang publik. Apalagi dirinya mengakui tidak ikut ke TKP sehingga tidak berani memberikan keterangan. Menurutnya belum ada pihak yang berkepentingan dan menyampaikan laporan resmi kepada pihak kepolisian sehingga atas dasar laporan itu, jika ada pihak yang berani menyampaikan laporan resmi tentu akan disikapi oleh Polres Manggarai Barat.
” Mengenai isu itu. Saya belum berani omong Pak, karena saya tidak ke TKP. Jadi kemarin pas yang rame di group itu, rame di media.Kami langsung, hari Sabtu KPK dam Pemda .Kami langsung perintahkan kasat reskrim, dan semuanya langsung ke TKP. ” ungkap Kapolres Christian seraya menunjuk Kanit Tipiter, IPDA Adhar menyampaikan hasil pantauan di TKP kepada Ketua DPC PDIP bersama rombongan.
Kendati demikian, Kapolres Christian menyatakan pihaknya sempat menanyakan data dan keterangan serta meminta laporan dari banyak media terkait hal yang disuarakan oleh KPK.
” Kita mudur ke belang dulu. Waktu KPK datang dan media, kita tanya, silahkan bawa data dan bahan keterangan, ataupun laporkan,” tuturnya.
Lebih lanjut Kapolres Christian menegaskan pihaknya tidak bisa serta merta langsung beraksi terhadap informasi yang yang belum dialami kebenarannya.
” Karena kami tidak serta merta juga bisa terima info begitu , kemudian langsung melakukan aksi.
Inikan tidak ada yang berkepentingan, tidak ada pelaporan dan sebagainya.
Kemudian kita mau kesana itu, tanah orang kan ? Saya lihat laporannya, banyak orang yang punya tanah disitu. Jadi tidak serta serta merta karena ramainya saja kami langsung datang kesana.”
Kapolres Christian mengakui bahwa jajarannya telah melakukan patroli di TKP.
” Hari Senin, kami Patroli langsung pasang baner. Sabtu kemarin, Bapak Wagub sudah kesana. Pagi datang, sore Pulang. Saya kebetulan yang antar. Secara umum tidak ditemukan penambang.
Tapi kalau sisa-sisa dan lain-lain laporannya ada memang,” terangnya.
Kapolres Christian bahkan sempat menyarankan jika DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat berkenan untuk turun langsung ke lokasi untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait temuan KPK itu
” Kalau berkenan silahkan cek ke TKP. Kami terbuka . Kirim Tim Patroli kesana,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, atas seijin Kapolres Christian, Kanit Tipiter, IPDA Adhar didampingi KBO Sat.Pol.Air, IPDA Hendro Manurung, kepada Ketua DPC PDIP bersama rombongan menerangkan bahwa hasil pantauan Tim Patroli Polres Manggarai Barat bersama Kasat Reskrim di Pulau Sebayur Besar, tidak ditemukan adanya para pelaku penambangan.
“Kami bersama Kasat Reskrim bersama rombongan sudah turun pantau ke TKP. Kami tidak menemukan adanya oknum yang disebutkan banyak media melakukan aktivitas tambang di lokasi,” ungkap IPDA Adhar.
Lebih lanjut IPDA Adhar menyatakan bahwa aktivitas tambang liar di lokasi saat ini memang pernah terjadi tahun 2012 dan 2014.
“‘ Kalau dulu di tahun 2012 dan 2014 memang pernah terjadi peristiwa penambangan liar. Tetapi para pelaku sudah diproses hukum dan dijatuhi vonis satu setengah tahun atas para pelaku sebanyak 8 orang. Demikian juga untuk tahun 2014 ada 10 pelaku yang sudah diproses dan dijatuhi hukum berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo,” terang IPDA Adhar sambil memperlihatkan dokumen yang diakui sebagai Keputusan Pengadilan Negeri Manggarai Barat. Namun IPDA Adhar dan Kapolres keberatan saat DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat meminta kesediaan untuk menggandakan keputusan itu sebagai referensi partai dalam menyikapi kasus ini lebih lanjut.
” Maaf Pak kami tidak berani memberikan dokumen dari Pengadilan Negeri Manggarai Barat ini kepada Bapak. Silahkan minta langsung di Pengadilan Negeri Labuan Bajo,” pintanya.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat, Agus Jik, memberikan tanggapan atas penyampaian Kapolres Manggarai Barat soal tidak ditemukan adanya aktivitas tambang emas liar di lokasi berdasarkan hasil Patroli dan pantauan Kadar Reskrim bersama rombongan. Menurut Agus, meskipun tidak ditemukan adanya oknum pelaku penambangan saat Tim Patroli Polres Manggarai Barat turun ke TKP. Namun sejumlah tanda sisa-sisa kegiatan merupakan gambaran bahwa pernah ada kegiatan tambang di tempat itu. Hal inilah yang sedianya, lanjut Agus perlu didalami oleh pihak Polres Manggarai Barat.
” Saya hanya dalami apa yang disampaikan Pak Kapolres tadi. Hasil pantauan di lapangan itukan masih ada sisa-sisa. Berarti bekas. Mungkin bekas inilah yang dimuat oleh mass media Kompas.com kalau tidak salah.Sisa-sisa inilah yang perlu kita dalami oleh Polres Manggarai Barat,” ungkapnya.***
Editor : Redaksi
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.