Kent Casino: Обзор игровой платформы
Juni 29, 2026
test
Juni 29, 2026
Beranda » Ekspor 47.250 Ton Urea ke Australia Perkuat Posisi Indonesia sebagai Mitra Pangan Indo-Pasifik
ISTANA NETIZEN.com | Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026 – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mengekspor sebanyak 47.250 ton pupuk urea ke Australia. Pengiriman tersebut ditandai dengan kedatangan kapal MV Medi Luna di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia.
Komitmen terhadap Ketahanan Pangan Kawasan
Kepala Badan Pengatur BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas rantai pasok pupuk di kawasan Indo-Pasifik.
Ekspor tersebut merupakan implementasi kerja sama antarpemerintah atau Government-to-Government (G-to-G) antara Indonesia dan Australia. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk yang andal di tengah situasi ketidakpastian pasokan global.
Hasil Transformasi Pupuk Indonesia
Keberhasilan ekspor ini mencerminkan hasil dari proses transformasi yang telah dilakukan Pupuk Indonesia. Transformasi tersebut berfokus pada peningkatan daya saing, efisiensi operasional, dan kapasitas produksi perusahaan.
“Transformasi Pupuk Indonesia telah menunjukkan hasil yang nyata. Perusahaan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga telah menjadi pelaku ekspor yang diperhitungkan di pasar global,” ujar Dony Oskaria dilansir CNN Indonesia, Rabu 24 Juni 2026.
Saat ini, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi sebesar 14,8 juta ton per tahun, dengan target produksi urea sebesar 7,8 juta ton pada 2026. Per 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi tercatat 1,23 juta ton, sementara realisasi penyaluran mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan domestik dan pengembangan pasar internasional.

Kerja Sama Strategis dengan Australia
Ekspor ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, untuk memperkuat kerja sama di bidang pangan dan pertanian. Dengan kebutuhan urea Australia yang mencapai sekitar 3,7 juta ton per tahun, Indonesia hadir sebagai mitra strategis yang dapat memberikan kepastian pasokan bagi sektor pertanian Australia.
Pengiriman perdana dilakukan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026. Sepanjang tahun 2026, realisasi ekspor akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai total 250.000 ton.
Langkah ini semakin memperkuat peran Pupuk Indonesia sebagai perusahaan pupuk nasional berdaya saing global, serta mempertegas kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk dan ketahanan pangan di kawasan Indo-Pasifik.
Penulis / Editor : Tim Redaksi Istana Netizen
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.