Unlock Extra Fun: 1Red Casino Promo Code for UK Players
Juni 19, 2026
Драгон Мани: Мифическое Сокровище или Реальный Шанс?
Juni 19, 2026
Beranda » Bayar 2x Lipat Motor Belum Ada: Mahfud MD Bongkar Borok Korupsi BGN, Desak Hukuman Mati
ISTANA NETIZEN.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membongkar dugaan korupsi besar di Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyoroti pengadaan ribuan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibayar dengan harga dua kali lipat dari harga normal, padahal pabrik dan unit motornya belum ada.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud saat memberikan kuliah umum di UIN Palopo, Sulawesi Selatan, Senin 15 Juni 2026 dilansir dari akun Facebook Apolonariz Darman,
Kamis, 18 Juni 2026.

“Mesan ribuan motor, dibayar lebih dulu harganya dua kali lipat dari harga aslinya. Pabriknya belum ada. Motornya belum ada, sudah dibayar lunas dua kali lipat dari harga biasa,” kata Mahfud di hadapan mahasiswa.
Menurutnya, kasus di BGN menjadi cermin betapa praktik korupsi masih merajalela di institusi negara. Ia menilai potensi kerugian keuangan negara dari skema ini sangat besar.
Geram dengan kondisi tersebut, Mahfud mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor, terutama yang beraksi saat negara dalam kondisi krisis.

“Hukum mati itu ada di Undang-Undang Hukum Pidana kita. Korupsi yang dilakukan jika negara dalam keadaan krisis bisa dijatuhi hukuman mati,” tegasnya.
Kejagung Jerat 5 Tersangka Kasus MBG
Sejauh ini Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola program MBG di BGN. Kelimanya adalah:
1. Dadan Hindayana – Eks Kepala BGN
2. Sony Sonjaya – Eks Wakil Kepala BGN
3. Lodewyk Pusung– Eks Wakil Kepala BGN
4. Asep Yusuf Somantri/AYS* – Orang dekat Sony
5. Andri Mulyono/AM – Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT)
Kejagung masih terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Catatan Redaksi
Program MBG seharusnya jadi jawaban untuk gizi anak Indonesia. Tapi faktanya, di awal jalan saja sudah ada “pabrik hantu” dan harga motor digoreng 100%. Jika uang rakyat untuk makan bergizi saja bisa dikorup dengan skema sebrutal ini, wajar jika publik kehilangan kepercayaan.
Pernyataan Mahfud soal hukuman mati bukan sekadar emosi, tapi tamparan keras: korupsi di tengah krisis pangan dan gizi anak adalah kejahatan terhadap masa depan bangsa.***
Penulis / Editor : Tim Redaksi Istana Netizen
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.