Beranda » “Komodo Kebal Hukum, Mangrove Keramat, dan Fosil Kapal Nabi Nuh: Narasi ‘Liar’ Labuan Bajo dari Stefan Rafael”
ISTANA NETIZEN.COM – Pegiat budaya Labuan Bajo, Stefan Rafael, melontarkan narasi unik tentang kawasan Pulau Bajo dan Kampung Ujung di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – Nusa Tenggara Timur yang menurutnya sarat sejarah, mitos, dan aturan adat tak tertulis.
1. Waran dan Komodo: Reptil Purba Kebal Hukum
Rafael menyebut hewan reptil tertua di dunia adalah _Waran_ atau _Varanus_ yang telah hidup ribuan tahun di ekosistem pesisir Komodo. Kawasan itu, katanya, dibatasi pagar alam Selat Sape di utara dan Wae Mokel di selatan, bersama masyarakat Beokina – Liang Bua. Nama Loh Liang dan Loh Bua kini dikenal sebagai Loh Buaya.
Menurutnya, Komodo Waran tidak boleh dibunuh siapa pun.
Stefam Rafael
“Ditembak tentara pun tidak boleh. Walaupun makan orang atau gigit orang, tidak boleh dipukul, disiksa, atau ditembak. Komodo Waran kebal hukum,” tegas Stefan dalam pernyataannya di whatgroup Forum Peduli Mabar, Minggu siang 5 Juli 2026.
2. Mangrove Tertua yang Sama Keramatnya
Dia juga mengklaim mangrove di kawasan itu adalah mangrove asli tertua berusia ribuan tahun, satu ekosistem dengan habitat Waran yang berpusat di Kampung Ujung, Binongko, dan Pulau Bajo.
Stefan Rafael
“Posisi mangrove ini sama dengan Komodo Waran. Kebal. Tidak boleh ditebang oleh siapa pun,” ujarnya.
3. Fosil Kapal Nabi Nuh dan Penjaga Tongkat Sakti
Tak berhenti di situ, Stefan menuturkan di dalam hutan mangrove Pulau Bajo terdapat fosil tua Kapal Nabi Nuh. Fosil itu, katanya, dijaga oleh sosok yang disebut “Bapa Tua” pemegang _Magic Stick_.
4. Aturan Adat: Larang Sampah Plastik & Usulan City Tour Waran
Rafael menegaskan aturan tak boleh melepas sampah plastik di Labuan Bajo harus diterapkan ketat. Dia juga mengusulkan ide _City Tour_ unik:
“Di Pulau Bajo bisa dilepas Waran untuk jaga pulau. Waran hasil sitaan kemarin bisa dilepas di sini. _Nia ko nia s ga?_ City Tour yang unik Tu’a.”
Stefan menutup dengan menyebut Kampung Ujung, Binongko, dan Pulau Bajo kaya narasi dan khayalan bersejarah yang perlu dijaga.
Catatan redaksi: Opini di atas merupakan pandangan pribadi Stefan Rafael dan memuat unsur mitos, legenda, serta tafsir budaya lokal. _istana netizen com_ tidak memverifikasi kebenaran historis klaim tersebut.
Penulis/ Editor:Tim Redaksi Istana Netizen
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.