ISTANA NETIZEN.COM, KUPANG — Perjuangan panjang Provinsi Kepulauan Flores dapat angin segar. Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni secara resmi menyatakan restu dan siap memproses usulan pemekaran di ranah legislatif.

Pernyataan itu disampaikan “Mama Emi” saat menerima audiensi Ketua Umum P4KF Adrianus Jehamat bersama Ferdi Sudirman dan Milianus Tamonof di Ruang Kerja Ketua DPRD NTT, Kupang, Senin 17 Oktober 2022.
Syarat UU Sudah di Meja DPRD
Kedatangan P4KF adalah untuk menagih tindak lanjut surat Usulan Aspirasi Pembentukan Daerah Persiapan Provinsi Kepulauan Flores yang dikirim 8 Mei 2022.
Bagi DPRD, ini adalah pintu masuk utama. Sebab UU 23 Tahun 2014 mewajibkan adanya persetujuan bersama antara DPRD Provinsi NTT` dan Gubernur NTT sebelum usulan DOB dikirim ke pusat.
_”Sebagai Ketua DPRD Provinsi NTT saya pada prinsipnya mendukung upaya bersama membentuk Provinsi Kepulauan Flores. Apalagi jika prosesnya dijamin oleh undang-undang dan seluruh persyaratannya termasuk persyaratan administratif terpenuhi. Tentu perlu diikuti dengan proses lebih lanjut di DPRD Provinsi NTT”_
Mbay Disebut Sebagai Calon Ibu Kota
Dalam diskusi 1 jam itu, Mama Emi juga menyinggung soal pusat pemerintahan PKF. Ia mengaku sudah mengenal Mbay, Kabupaten Nagekeo.
_”Saat saya berkunjung ke Mbay beberapa waktu lalu ada staf yang kasih tahu saya, Mama, ini Mbay Calon Ibu kota PKF. Saya sangat familiar dengan Mbay. Daerahnya flat/datar”_
Proses Berikutnya: Bahas di Komisi 1 dan Fraksi
Emi berkomitmen tidak mendiamkan surat P4KF. Langkah pertama, surat akan diteruskan ke Komisi 1 DPRD Provinsi NTT untuk dibahas dan dicari kesamaan pandang dengan seluruh fraksi.
_”Surat dari P4KF ini akan segera saya teruskan ke Komisi 1 DPRD Provinsi NTT untuk dibahas lebih lanjut guna mendapatkan kesamaan pandangan dan sikap politik anggota DPRD Provinsi NTT terhadap aspirasi masyarakat akan PKF”_
Ia juga akan membangun komunikasi dengan Gubernur NTT. Karena untuk bisa naik ke Kemendagri, DPR RI dan DPD RI, dibutuhkan keputusan politik bersama eksekutif dan legislatif.
Mama Emi menganalogikan proses ini seperti keluarga besar yang mau menikah. Harus duduk bersama dulu, termasuk dengan masyarakat Timor dan Sumba.
_“NTT lahir dari sebuah perjuangan bersama masyarakat Flores, Sumba, dan Timor. Jika harus berpisah secara positif sebagai pemisahan wilayah administratif pemerintahan dengan tujuan pendekatan pelayanan, percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat maka perlu dibicarakan secara baik-baik dalam suasana persaudaraan”_
Ia menyarankan P4KF juga intens membangun komunikasi dengan masyarakat di luar Flores agar aspirasi PKF dipahami secara utuh.***
Penulis: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor: AJ










