ISTANA NETIZEN COM, HADAKEWA – Inilah berita final yang menjawab pertanyaan besar 2,2 juta jiwa di 9 Kabupaten dari Manggarai Barat hingga Alor: Kenapa harus KEPULAUAN Flores? Kenapa bukan hanya Flores?
Jawabannya ada di dokumen dan sejarah panjang!
Dokumen ini menjadi salah satu bukti kuat pendukung kebenaran fakta sejarah perjuangan aspirasi masyarakat akan NTT MEKAR menuju terbentuknya Provinsi Kepulauan Flores/ PKF yang digawangi Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Flores (P4F) yang kemudian berubah menjadi P4KF (Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores) sesuai hasil keputusan Kongres Rakyat Flores Lembata KR-FL di Mbay Kabupaten Nagekeo pada 20 Maret 2015 sebagai kelanjutan dari Kongres Rakyat Flores Lembata Alor (KR-FLA) yang digelar di Bajawa-Kabupaten Ngada pada 25-26 Februari 2014.
Dan ini kuncinya:
Perubahan nama wadah perjuangan dari segenap komponen masyarakat 10 kabupaten dari Manggarai Barat hingga Alor dari P4F menjadi P4KF erat berkaitan dengan perubahan nama calon provinsi dari Flores sejak 1954 di Hadakewa-Lembata hingga digelarnya musyawarah besar orang Flores (Mubes Orang) Flores di Ruteng – Manggarai 2003 hingga terbentuknya P4F atas inisiatif Organisasi Pengawasan Rakyat (OPR) 2013 menjadi _Kepulauan Flores_ sejak Kongres Rakyat Flores Lembata KR-FL di Mbay – Nagekeo sampai sekarang.

Kata Kepulauan adalah solusi untuk mengakomodir keberadaan semua pulau sekitar Pulau besar Utama Flores sesuai usulan peserta Kongres.
RANGKAIAN SEJARAH NAMA 71 TAHUN – DARI HADAKEWA 1954 KE MBAY 2015:
1. HADAKEWA – LEMBATA 1954: AWAL NAMA FLORES!
Sejak 1954 di Hadakewa-Lembata, aspirasi masyarakat sudah menginginkan Provinsi Flores. Nama Flores dipakai karena Pulau utama Flores adalah induk peradaban.
2. ENDE 1950-AN: KOMISI NASROEN CATAT ASPIRASI !
Komisi Nasroen diketuai Mr. Mohammad Nasroen (1907-1968)*l bertemu mosalaki, dewan raja, dan partai politik di Ende. Aspirasi Provinsi Flores meledak lagi dan dicatat resmi! Gubernur NTT Frans Lebu Raya bongkar ini di Bajawa 25 Februari 2014.
3. RUTENG 2003: MUBES ORANG FLORES !
Musyawarah Besar Orang Flores di Ruteng – Manggarai 2003. Mubes ini mengesahkan nama Provinsi Flores dan membahas calon Ibu Kota: Mbay, Ende, Maumere.
4. RUTENG 8 MEI 2013: OPR BENTUK P4F!
Organisasi Pengawasan Rakyat (OPR) besutan Adrianus Jehamat atas inisiatif dan usulan 10 Bupati dan Pimpinan DPRD se-Flores, Lembata, Alor bentuk Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Flores (P4F) di Ruteng 8 Mei 2013! Nama masih FLORES.
5. BAJAWA 24 FEBRUARI 2014: BUKTI KUAT – SURAT KE KAPOLRES NGADA!
Dokumen sakral K.58/P4F/II/2014, Bajawa 24 Februari 2014, Ketua P4F Adrianus Jehamat bersurat ke Bapak Kapolres Ngada minta bantuan pengamanan Kongres Rakyat Flores Lembata Alor (KR-FLA) 25-26 Februari 2014 di Aula Kampus II Undana Bajawa. Kegiatan dihadiri Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD 10 Kabupaten! Stempel biru P4F jadi bukti P4F nyata! Salam: Salam Satu Hati Untuk Provinsi Flores Definitif!

6. BAJAWA 25-26 FEBRUARI 2014: KR-FLA!
Kongres Rakyat Flores Lembata Alor digelar! Dari sinilah muncul usulan dari peserta kongres dari Lembata dan Alor: “Kami bukan hanya Flores daratan, kami kepulauan! Ada Pulau Solor, Adonara, Lembata, Pantar, Alor, Komodo, Rinca!”
7. MBAY 20 MARET 2015: SAH JADI KEPULAUAN FLORES! SOLUSI !
Kongres Rakyat Flores Lembata KR-FL di Mbay Kabupaten Nagekeo 20 Maret 2015 memutuskan:
P4F resmi berubah menjadi P4KF – Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores!
Calon Provinsi resmi berubah dari Flores menjadi KEPULAUAN FLORES!
Mengapa? Kata Kepulauan adalah solusi untuk mengakomodir keberadaan semua pulau sekitar Pulau besar Utama Flores sesuai usulan peserta Kongres!
Solusi jenius! Tidak diskriminatif! Semua pulau di sekitar Pulau Flores diakomodir: Solor, Adonara, Lembata, Alor, Pantar, Komodo, Rinca, Palu’e, dan ratusan pulau kecil lainnya! Semua masuk dalam Kepulauan Flores!
Sejak KR-FL Mbay 20 Maret 2015 sampai sekarang, nama resmi adalah Provinsi Kepulauan Flores (PKF)!
Gerakan NTT Membelah Diri Menuju NTT MEKAR hingga terbentuknya Provinsi Sumba Saburaijua (PSS) dan Provinsi Kepulauan Flores (PKF) yang telah dicanangkan OPR 8 Mei 2013, tak pernah surut! P4KF dengan visi PKF Definitif terus bergerak konsisten secara nyata dan terukur lintas kabupaten di Flores, Lembata, dan Alor hingga Kupang dan Jakarta sejak 2013 hingga saat ini!
Dikuatkan dukungan 8 butir pokok pikiran Bupati Manggarai Christian Rotok 3 Agustus 2013, dan dukungan blak-blakan Anggota Polri di Labuan Bajo Juli 2026: “Kami sangat senang dan dukung PSS & PKF, jika Flores provinsi sendiri Polda NTT ikut mekar, Flores punya Polda Sendiri di Mbay, tak perlu lagi terbang jauh ke Kupang!”
Ketua Umum P4KF Adrianus Jehamat, A.Md menegaskan:
 “Inilah jawaban 71 tahun! Perubahan nama dari P4F menjadi P4KF erat berkaitan dengan perubahan nama calon provinsi dari Flores sejak 1954 di Hadakewa-Lembata hingga Mubes Orang Flores di Ruteng 2003 hingga terbentuknya P4F atas inisiatif OPR 2013 menjadi Kepulauan Flores sejak KR-FL di Mbay-Nagekeo sampai sekarang! Kata Kepulauan adalah solusi! Solusi untuk mengakomodir semua pulau sekitar Pulau besar Utama Flores sesuai usulan peserta Kongres! Kami dengar suara Lembata, Solor, Adonara, Alor! Mereka bilang kami ini kepulauan, bukan hanya Flores daratan! Maka sejak Mbay 20 Maret 2015 kami sahkan jadi Kepulauan Flores! Dokumen K.58/P4F/II/2014 ke Kapolres Ngada di Bajawa adalah bukti kuat pendukung kebenaran fakta sejarah perjuangan itu! Dari P4F ke P4KF! Dari Flores ke Kepulauan Flores! Untuk 2,2 juta jiwa dari Manggarai Barat hingga Alor! NTT MEKAR! PKF DEFINITIF!”
Tim Redaksi: ISTANA NETIZEN COM
Penulis: Tim Sejarah 71 Tahun
Editor: YT
Foto: Dokumen P4F No K.58/P4F/II/2014 ke Kapolres Ngada 24 Feb 2014, Peta Kepulauan Flores dari Manggarai Barat hingga Alor.








