ISTANA NETIZEN COM, LABUAN BAJO – Dari ujung barat Flores, datang kekuatan besar. Kabupaten Manggarai Barat, anak sulung dari Kabupaten Manggarai yang mekar pada tahun 2003 (UU No.8 Tahun 2003), kini di 2026 sudah berusia 24 tahun dan pamornya sudah mendunia.

Buktinya, Labuan Bajo – ibukota Manggarai Barat yang kini menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas dunia – terpilih sebagai salah satu dari 5 Calon Ibukota Provinsi Kepulauan Flores (PKF) berdasarkan hasil Kongres Rakyat Flores Lembata (KR-FL) di Mbay – Nagekeo pada 20 Maret 2015.
5 calon ibukota yang ditetapkan kongres secara abjad:
1. Borong – Manggarai Timur
2. Ende – Ende
3. Labuan Bajo – Manggarai Barat
4. Maumere – Sikka
5. Mbay – Nagekeo
Saat ditetapkan 2015, Manggarai Barat baru berusia 13 tahun. Kini di 2026, sudah 24 tahun, sudah sangat matang, dan Labuan Bajo sudah menjadi jendela Flores di mata dunia!
Komitmen Manggarai Barat terhadap Provinsi Flores diabadikan secara resmi dalam BERITA ACARA KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA BUPATI MANGGARAI BARAT BERSAMA PIMPINAN DPRD KABUPATEN MANGGARAI BARAT DAN PANITIA PERSIAPAN PEMBENTUKAN PROVINSI FLORES (P4F) TAHUN 2015.
Bernomor: Pem.131/33/I/2015 dan 14/SEKBER-P4F/I/2015, berita acara ini dibuat pada hari Rabu, tanggal 21 Januari 2015 bertempat di Kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo.
Pertemuan konsolidasi ini dipimpin oleh Bupati Ngada selaku Ketua P4F bersama Bupati Manggarai Barat selaku Koordinator Wilayah P4F Kabupaten Manggarai Barat dan Pimpinan DPRD Manggarai Barat selaku Pembina P4F.
Lima poin kesepakatan yang sangat berjiwa besar:
1. Bersepakat membentuk Daerah Persiapan Provinsi Flores sesuai aturan yang berlaku;
2. Bersepakat untuk menjadikan wilayah Kabupaten Manggarai Barat sebagai bagian cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Flores;
3. Bersepakat menentukan satu lokasi calon ibukota Provinsi Flores berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga yang independen;
4. Bersepakat menyediakan anggaran untuk membiayai berbagai kegiatan pemenuhan persyaratan administrasi, teknis dan kewilayahan termasuk biaya kajian ilmiah sebagai dasar penentuan lokasi calon ibukota;
5. Bersepakat untuk menerima dan menyetujui serta mendukung dimanapun lokasi calon ibukota Provinsi Flores yang ditentukan berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga independen.
Poin 5 lagi-lagi menunjukkan kelas! Meski Labuan Bajo adalah destinasi dunia dan menjadi kandidat terkuat ibukota PKF, Manggarai Barat dengan elegan menyatakan siap menerima dan mendukung dimanapun ibukota ditetapkan berdasarkan kajian ilmiah!
Dokumen bersejarah ini ditandatangani oleh:
– BUPATI MANGGARAI BARAT, Drs. Agustinus Ch. Dula
– KETUA DPRD KAB. MANGGARAI BARAT, Mateus Hamsi, S.Sos
– WAKIL KETUA DPRD, Abdul Ganir
– WAKIL KETUA DPRD, Fidelis Sukur,S.Pi
– KETUA P4F, Marianus Sae, S.AP
– SEKRETARIS P4F, Adrianus Jehamat
Dari anak sulung yang mekar 2002, kini Manggarai Barat dengan Labuan Bajo-nya bukan hanya kebanggaan Manggarai Raya, tapi kebanggaan seluruh Flores. Jika kajian ilmiah menunjuk Labuan Bajo, dunia sudah tahu di mana Ibukota Provinsi Kepulauan Flores itu! ***
Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com









