ISTANA NETIZEN COM, RUTENG – Jika ada kabupaten yang paling berjiwa besar dalam perjuangan Provinsi Kepulauan Flores, itu adalah Kabupaten Manggarai.

Mengapa? Karena Kabupaten Manggarai adalah Kabupaten Induk yang telah melahirkan dua Daerah Otonomi Baru (DOB):
1. Kabupaten Manggarai Barat – mekar pada 2003
2. Kabupaten Manggarai Timur – mekar pada 2007
Meski sudah menjadi induk dari dua kabupaten yang keduanya masuk dalam bursa calon ibukota, Kabupaten Manggarai tetap menunjukkan kelasnya sebagai orang tua yang afdol: tetap solid mendukung pembentukan Provinsi Flores.
Komitmen itu diabadikan dalam BERITA ACARA KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA BUPATI MANGGARAI BERSAMA PIMPINAN DPRD KABUPATEN MANGGARAI DAN PANITIA PERSIAPAN PEMBENTUKAN PROVINSI FLORES (P4F) TAHUN 2015.
Bernomor: PEM.130/32/I/2015 dan 16/SEKBER-P4F/I/2015, berita acara bersejarah ini ditandatangani pada hari Rabu, tanggal 28 Januari 2015 bertempat di Kantor Bupati Manggarai di Ruteng.
Pertemuan konsolidasi pembentukan Daerah Persiapan Provinsi Flores ini dipimpin oleh Bupati Ngada selaku Ketua P4F bersama Bupati Manggarai selaku Koordinator Wilayah P4F Kabupaten Manggarai dan Pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai selaku Pembina P4F.
Lima poin kesepakatan yang menunjukkan kedewasaan politik Manggarai sebagai kabupaten induk:
1. Bersepakat membentuk Daerah Persiapan Provinsi Flores sesuai aturan yang berlaku;
2. Bersepakat untuk menjadikan wilayah Kabupaten Manggarai sebagai bagian cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Flores;
3. Bersepakat menentukan satu lokasi calon ibukota Provinsi Flores berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga yang independen;
4. Bersepakat menyediakan anggaran sesuai ketentuan untuk membiayai berbagai kegiatan pemenuhan persyaratan dasar dan administratif termasuk biaya kajian ilmiah sebagai dasar penentuan lokasi calon ibukota Provinsi Flores;
5. Bersepakat untuk menerima dan menyetujui serta mendukung dimanapun lokasi calon ibukota Provinsi Flores yang ditentukan berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga independen.
Poin 5 adalah poin yang paling afdol! Sebagai induk dari Borong (Manggarai Timur) dan Labuan Bajo (Manggarai Barat) yang keduanya masuk dalam 5 besar calon ibukota versi Kongres Mbay 20 Maret 2015, Manggarai dengan lapang dada menyatakan: siap menerima dimanapun ibukota ditetapkan berdasarkan kajian ilmiah independen!
Tidak egois sebagai induk. Tidak memaksakan Ruteng harus jadi ibukota. Inilah politik kebapakan yang sejati.
Dokumen ini ditandatangani oleh jajaran lengkap Manggarai:
– BUPATI MANGGARAI, Drs. Christian Rotok
– WAKIL BUPATI MANGGARAI, Dr. Deno Kamelus, SH, MH
– KETUA DPRD KAB. MANGGARAI, Kornelis Madur, SP
– WAKIL KETUA DPRD, Paulus Peos, SP
– WAKIL KETUA DPRD, Simprosa Rianasari Gandut
– KETUA P4F, Marianus Sae, S.AP
– SEKRETARIS P4F, Adrianus Jehamat
Manggarai telah membuktikan: menjadi induk itu bukan soal menguasai, tapi soal merelakan anak-anaknya – Manggarai Barat dan Manggarai Timur – untuk terbang lebih tinggi, bahkan menjadi Ibukota Provinsi Flores. Afdol!***
Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com










