ISTANA NETIZEN COM, MBAY – Jika ukuran keseriusan sebuah kabupaten untuk menjadi Ibukota Provinsi dilihat dari kesiapan lahan, maka Kabupaten Nagekeo adalah juaranya. Paling siap, paling elegan, dan paling negarawan.

Fakta terbaru yang terungkap, bahkan setahun pasca Kongres Rakyat Flores Lembata (KR-FL) di Mbay pada 20 Maret 2015, Bupati Nagekeo Drs. Elias Djo telah secara resmi menunjuk lahan aset Pemkab Nagekeo seluas 31 Hektare BERSERTIFIKAT sebagai Lokasi Calon Ibukota Provinsi Kepulauan Flores (PKF) jika Mbay terpilih.
31 Hektare! Bersertifikat! Siap bangun! Ini bukan wacana, ini bukti kerja nyata!
5 BESAR CALON IBUKOTA
Seperti diketahui, Mbay masuk dalam 5 Besar Calon Kuat Ibukota PKF yang ditetapkan dalam Kongres Mbay 2015, sebagai kelanjutan dari Kongres Rakyat Flores Lembata Alor (KR-FLA) di Bajawa – Ngada 25 Februari 2014. Berdasarkan abjad:
1. Borong – Manggarai Timur
2. Ende – Ende
3. Labuan Bajo – Manggarai Barat
4. Maumere – Sikka
5. Mbay – Nagekeo
Nagekeo yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Ngada pada tahun 2008, kini di 2026 telah berusia 18 tahun. Usia yang sangat matang untuk memimpin.
PAKTA INTEGRITAS 2015 YANG ELEGAN
Keseriusan Nagekeo ini sebenarnya sudah dimulai sejak Selasa, 13 Januari 2015. Saat itu, Bupati Nagekeo bersama Pimpinan DPRD Nagekeo dan P4F menandatangani BERITA ACARA KESEPAKATAN BERSAMAÂ Nomor: 130.01/APU-NGK/09/01/2015 dan 10/SEKBER-P4F/I/2015 di Kantor Bupati Nagekeo.
Pertemuan dipimpin Bupati Ngada Marianus Sae, S.AP selaku Ketua P4F.
Isinya 5 poin yang sangat elegan:
1. Bersepakat membentuk Daerah Persiapan Provinsi Flores;
2. Bersepakat menjadikan wilayah Kabupaten Nagekeo sebagai bagian cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Flores;
3. Bersepakat menentukan satu lokasi calon ibukota PKF berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga independen yakni Universitas Padjadjaran Bandung;
4. Bersepakat menyediakan anggaran termasuk biaya kajian ilmiah UNPAD;
5. Bersepakat untuk menerima dan menyetujui serta mendukung dimanapun lokasi calon ibukota yang ditentukan UNPAD Bandung.
Artinya, meski sudah siapkan 31 Ha lahan bersertifikat, Nagekeo tetap legowo menyerahkan keputusan final kepada kajian ilmiah UNPAD Bandung. Jika Mbay terpilih secara ilmiah, lahan 31 Ha itu siap. Jika bukan Mbay yang terpilih, Nagekeo siap mendukung kabupaten lain!
Itulah kelas Nagekeo. 18 tahun mekar, tapi kedewasaannya sudah melampaui kabupaten induk.
Dokumen ditandatangani oleh Bupati Nagekeo Drs. Elias Djo, Ketua DPRD Marselinus F. Ajo Bupu, A.Md, Ketua P4F Marianus Sae, S.AP, dan Sekretaris Adrianus Jehamat.
Dengan lahan 31 Ha bersertifikat yang sudah disiapkan sejak 2016, Nagekeo adalah calon ibukota yang paling siap secara fisik dan paling elegan secara moral! ***
Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com










