ISTANA NETIZEN COM, LEWOLEBA – Komitmen Kabupaten Lembata terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores ternyata sudah final dan terdokumentasi resmi sejak 11 tahun silam.

Buktinya adalah Berita Acara Kesepakatan Bersama antara Bupati Lembata bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Lembata dan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Flores (P4F) Tahun 2015.
Dokumen dengan Nomor: Pem.130/II/2015 dan 21/SEKBER-P4F/II/2015 itu dibuat pada hari Kamis, 12 Februari 2015, bertempat di Rumah Jabatan Bupati Lembata.
Pertemuan konsolidasi pembentukan Daerah Persiapan Provinsi Flores tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngada selaku Ketua P4F, Marianus Sae, S.AP, bersama Bupati Lembata selaku Koordinator Wilayah P4F Kabupaten Lembata, Eliaser Yentji Sunur, ST, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Lembata selaku Pembina P4F.
Pertemuan tersebut menghasilkan 5 poin kesepakatan bersejarah sebagai berikut:
1. Bersepakat membentuk Daerah Persiapan Provinsi Flores sesuai aturan yang berlaku;
2. Bersepakat untuk menjadikan wilayah Kabupaten Lembata sebagai bagian cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Flores;
3. Bersepakat menentukan satu lokasi calon ibukota Provinsi Flores berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga yang independen;
4. Bersepakat menyediakan anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk membiayai berbagai kegiatan pemenuhan persyaratan dasar dan persyaratan administratif bagi usulan pembentukan Daerah Persiapan Provinsi Flores termasuk biaya kajian ilmiah sebagai dasar penentuan lokasi calon ibukota Provinsi Flores;
5. Bersepakat untuk menerima dan menyetujui serta mendukung dimanapun lokasi calon ibukota Provinsi Flores yang ditentukan berdasarkan hasil kajian ilmiah oleh lembaga independen.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST, Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun, SH., M.Hum, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata P. Makarius Dolu, S.Fil, serta Ketua P4F Marianus Sae, S.AP dan Sekretaris P4F Adrianus Jehamat.
Dengan terbukanya dokumen ini, sikap Lembata menjadi sangat jelas dan menjadi teladan. Tidak ada ego wilayah soal ibukota. Lembata sejak 2015 sudah bersepakat menyerahkan penentuan ibukota Provinsi Flores kepada hasil kajian ilmiah independen, dan berjanji akan menerima dan mendukung dimanapun lokasi yang ditetapkan.
Di tengah kembali menguatnya wacana pembentukan Provinsi Flores pada tahun 2026 ini, dokumen 2015 ini menjadi bukti otentik bahwa perjuangan Provinsi Flores adalah perjuangan bersama seluruh Flores, Lembata dan Alor, dengan semangat persatuan, bukan perpecahan karena ibukota.
Penulis: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Foto: Dokumen Berita Acara P4F dan Pemkab Lembata 2015 / Istimewa










