ISTANANETIZEN.COM – EKSKLUSIF

JAKARTA – Tokoh senior Flores dan saksi sejarah perjuangan Provinsi Kepulauan Flores, Dr. Goris Lewoleba, akhirnya angkat bicara meluruskan polemik klaim sepihak dalam perjuangan PKF.
Klarifikasi ini disampaikan Dr. Goris Lewoleba pada Sabtu 26 September 2026 sebagai tanggapan simpatik atas pemberitaan http://IstanaNetizen.Com terkait testimoni yang ia share pada Jumat, 25 September 2026 kemarin.
Berikut pernyataan lengkap Dr. Goris Lewoleba yang dikirim ke Redaksi http://IstanaNetizen.Com, Sabtu (26/9/2026):
—
Terima kasih kepada Istana Netizen Com yang telah merespons secara simpatik testimoni saya terkait dengan perjalanan perjuangan Provinsi Kepulauan Flores yang saya share kemarin hari Jumat tanggal 25 September 2026.
Perlu saya jelaskan bahwa, testimoni itu saya kemukakan ke hadapan publik dengan tidak bermaksud untuk “Mengklaim Secara Sepihak” – sebagaimana yang dinyatakan oleh Redaksi Istana http://Netizen.Com – bahwa saya adalah salah satu pelaku perjalanan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores.
Tetapi hanya semata untuk memberikan informasi yang objektif dan berimbang bahwa, perjalanan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores itu sudah dilakukan oleh para pelaku pendahulu sejak tahun 1958 hingga sebelum adanya P4KF itu.
Perlu pula saya sampaikan bahwa, para pelaku perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores melalui wadah perjuangan K3-PFL ini, sebagian besar sudah almarhum, dan oleh karena itu perjalanan perjuangan yang saya share dalam testimoni saya kemarin itu, dapat dikonfirmasi secara kredibel kepada para pelaku lain yang masih ada saat ini, antara lain:
1. Bapak Richard Bagun, Wartawan Senior dan Petinggi Kompas/Kompas TV, Gramedia, yang ketika itu menjadi Sekretaris Umum K3-PFL.
2. Bapak Melky Mekeng, Politisi Senior dari Partai Golkar, yang saat itu sebagai Penyandang Dana Awal K3-PFL.
3. Bapak Johny Plate, Politisi Senior Partai NasDem dan Mantan Menteri Kominfo RI.
Dan lebih dari pada itu, sesungguhnya testimoni yang saya sajikan sebagaimana dimaksud, bertujuan untuk melakukan edukasi publik bahwa, perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores itu telah dilakukan melalui kerjasama kolaboratif antar semua unsur dan elemen “Orang-orang Flores” pada masanya masing-masing, yang didasari oleh Kebersihan Hati Nurani dan Kemurnian Motivasi, dengan menyajikan semua pengalaman perjalanan perjuangan secara Otentik, Lugas dan Terukur.
Dan tidak mengklaim diri pada hari ini, sebagai kelompok dan atau pihak yang merasa paling berjasa dalam pembentukan Provinsi Kepulauan Flores.
Perlu saya sampaikan bahwa, perjalanan perjuangan ini, masih membutuhkan waktu dan kesabaran serta ketekunan, dan oleh karena itu, marilah kita semua dengan “Rendah Hati” dan saling mendukung agar perjalanan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores ini dapat tercapai, dengan menghindari munculnya “Pahlawan Kesiangan”.
Hormat Saya,
Dr. Goris Lewoleba
Saksi Sejarah K3-PFL / Pejuang PKF Sejak 1958
—
Catatan Redaksi http://IstanaNetizen.Com:
Klarifikasi Dr. Goris Lewoleba ini menjadi penting di tengah memanasnya klaim sepihak di media sosial. Sejarah PKF bukan lahir di 2025 bersama P4KF, tapi sudah diperjuangkan sejak 1958 oleh para senior K3-PFL.
P4KF hari ini adalah penerus estafet*, bukan pemilik tunggal sejarah. Pernyataan Dr. Goris Lewoleba yang menyebut tiga nama besar – Richard Bagun, Melky Mekeng, dan Johny Plate – sebagai saksi hidup menjadi kunci bahwa perjuangan PKF adalah gerakan kolaboratif lintas generasi.
Pesan moralnya jelas: Flores tidak butuh pahlawan kesiangan yang merasa paling berjasa. Flores butuh kerendahan hati untuk menyelesaikan perjuangan 68 tahun ini.
Keppres 37/2025 adalah momentum untuk bersatu, bukan untuk saling klaim.










