KUPANG, Media Istana Netizen Com – Angin segar pemekaran Nusa Tenggara Timur berhembus kencang dari Gedung DPRD NTT. Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (PKF).

Pernyataan bersejarah itu disampaikan Mama Emi – sapaan akrabnya – saat menerima audiensi Ketua Umum P4KF, Adrianus Jehamat, hmA.Md., didampingi Korwil Kupang Ferdi Sudirman dan Milianus Tamonof di ruang kerja Ketua DPRD NTT, Senin, 17 Oktober 2022. Berita ini dirilis resmi Selasa, 18 Oktober 2022, pukul 18:53 WIB.
Ini bukan janji kosong. Mama Emi langsung merespon tindak lanjut atas Surat P4KF Nomor 167/SEKBERP4KF/RTG/MGR/V/2022 tertanggal 8 Mei 2022 perihal Usulan Aspirasi Pembentukan Daerah Persiapan Provinsi Kepulauan Flores yang diterima SETWAN pada 25 Mei 2022 dan diperkuat lagi dengan surat kedua 17 Oktober 2022 yang diterima A.T. Kalumata.
3 POIN MENOHOK DARI MAMA EMI:
1. RESTU DIBERIKAN, SYARAT ADMINISTRATIF JADI KUNCI:
“Sebagai Ketua DPRD Provinsi NTT saya pada prinsipnya mendukung upaya bersama membentuk Provinsi Kepulauan Flores. Apalagi jika prosesnya dijamin oleh undang-undang dan seluruh persyaratannya termasuk persyaratan administratif terpenuhi,” tegas Mama Emi.
Ia mengaku mengikuti betul pergumulan panjang PKF yang sudah berlangsung sangat lama sejak 1954 di Hadakewa.
2. IBARAT KELUARGA MAU NIKAH, HARUS BICARA BAIK-BAIK:
Dengan analogi yang sangat humanis, Mama Emi menggambarkan proses persetujuan bersama DPRD dan Gubernur NTT:
“Layaknya anggota keluarga suatu rumah tangga yang mau menikah. Mesti duduk bersama dan bicara secara baik-baik dulu dengan seluruh anggota keluarga agar semua boleh sepakat dan mendukung kelancaran acara pernikahan.”
Artinya, DPRD NTT akan mendengar pandangan semua fraksi dan membangun komunikasi dengan Gubernur NTT untuk melahirkan persetujuan bersama sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2014.
3. MBAY ITU DATAR, SAYA FAMILIAR – LANGSUNG TERUSKAN KE KOMISI 1:
Tentang calon ibukota PKF di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Mama Emi justru memberikan sentimen positif.
“Saat saya berkunjung ke Mbay beberapa waktu lalu ada staf yang kasih tahu saya, Mama, ini Mbay Calon Ibu kota PKF. Saya sangat familiar dengan Mbay. Daerahnya flat/datar,” ungkap mantan Cawagub NTT 2018 itu.
Sebagai bukti komitmen, Mama Emi langsung menginstruksikan:
“Surat dari P4KF ini akan segera saya teruskan ke Komisi 1 DPRD Provinsi NTT untuk dibahas lebih lanjut guna mendapatkan kesamaan pandangan dan sikap politik anggota DPRD Provinsi NTT.”
Mama Emi juga meminta P4KF terus membangun komunikasi intens dengan masyarakat di Timor dan Sumba, dengan semua Komisi dan Fraksi di DPRD NTT, agar perpisahan administratif ini dilakukan secara persaudaraan untuk tujuan percepatan pelayanan dan kesejahteraan.
Bagi P4KF, ini adalah lampu hijau paling terang setelah sebelumnya 12 parpol di Kupang dikunci dan surat resmi ke Gubernur dan DPRD masuk dua kali (Mei dan Oktober 2022). Tinggal selangkah lagi menuju Paripurna.
NTT MEKAR, FLORES MANDIRI!
Tim Redaksi – Media Istana Netizen Com









