RUTENG, Media Istana Netizen Com – Kamis Siang, 1 Oktober 2026
MERDEKA!!!

Laporan informasi politik bersejarah. Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF) Adrianus Jehamat yang selama 13 tahun (2013-2023) memimpin Gerakan NTT Membelah Diri Menuju NTT MEKAR, siang ini resmi melayangkan laporan terbuka kepada Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Bapak Yunus Takandewa.
Laporan yang sama juga telah disampaikan kepada Sekretaris DPD PDIP NTT Patris Lali Wolo, dan kepada Ketua DPC PDIP Kabupaten Manggarai Barat, Silverius Syukur, serta seluruh Ketua DPC PDIP di 9 kabupaten di Kepulauan Flores.
Hingga berita ini naik, belum ada tanggapan dari Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Provinsi NTT di Kupang.
Laporan ini bukan sekadar laporan warga biasa. Ini adalah laporan pertanggungjawaban sejarah perjuangan Flores Provinsi dari Hadakewa 1954 hingga Ruteng 2026.
ISI LAPORAN RESMI ADRIANUS JEHAMAT KEPADA KETUA YUNUS TAKANDEWA:
“Merdeka! Selamat siang Pak Ketua. Ijin menginformasikan bahwa selama 13 tahun sejak 2013-2023 saya memimpin Gerakan NTT Membelah Diri Menuju NTT MEKAR di dalam wadah P4KF.
P4KF terbentuk atas inisiatif murni dari Organisasi Pengawasan Rakyat (OPR) di Ruteng-Manggarai pada Rabu 08-05-2013 dengan misi Revitalisasi Perjuangan Flores Provinsi yang telah dipelopori para tokoh sesepuh sejak pertemuan awal di Hadakewa-Lembata pada 07-03-1954.”
FAKTA YANG DIUNGKAP: PDI PERJUANGAN ADALAH BIDAN MUBES FLORES 2003
Dalam laporannya kepada Ketua Yunus Takandewa, Adrianus Jehamat membongkar fakta kunci yang selama ini terlupakan:
Perjuangan Flores Provinsi babak pertama 1954-2003 berakhir mandeg karena rebutan ibukota. Dalam Musyawarah Besar Orang Flores di Ruteng 2003 yang dihadiri Gubernur Piet A Tallo dan mantan Gubernur Ben Mboi, voting 7 Bupati se-Flores untuk ibukota hasilnya imbang 3:3 antara Mbay vs Maumere, Bupati Ende abstain. Saling lempar tanggung jawab antara Bupati dan Gubernur membuat perjuangan mandeg 10 tahun.
Dan yang paling penting: Mubes 2003 itu adalah hasil upaya dari DPC PDI PERJUANGAN Kabupaten Sikka melalui Komite Perjuangan Pembentukan Provinsi Flores (KP3-F) di Maumere 1999. Fakta ini diungkap langsung oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat membuka Kongres Rakyat Flores Lembata Alor (KR-FLA) di Bajawa-Ngada 2014. Dan diungkap kembali oleh Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya pada sambutan pembukaan Kongres Rakyat Flores Lembata (KR-FL) di Mbay – Nagekeo pada 20 Maret 2015.
Artinya, PDI Perjuangan adalah bidan yang melahirkan Mubes Flores 2003.
BABAK KEDUA: P4KF SUKSES LAHIRKAN BERITA ACARA 9 BUPATI
P4KF yang dipimpin Adrianus Jehamat kemudian melanjutkan babak kedua 2013-2023. Hasilnya: 2 kali Kongres Rakyat Flores-Lembata (Bajawa 2014 & Mbay 2015) hingga lahir Berita Acara Kesepakatan Bersama 9 Bupati dan Pimpinan DPRD se-Kepulauan Flores untuk membentuk Provinsi Kepulauan Flores (PKF) 2015.
PERMINTAAN TEGAS KEPADA KETUA YUNUS TAKANDEWA:
Setelah berjuang 10 tahun, Adrianus Jehamat kini bergabung dengan PDI Perjuangan melalui DPC PDI Perjuangan Manggarai Barat 2025-2030 dan meminta arahan langsung:
“Kami share ke Pak Ketua Yunus Takandewa sebagai informasi sekaligus referensi guna didalami hingga waktunya tiba PDI Perjuangan NTT berkenan mengambil langkah politis untuk menjadi Garda Terdepan dalam upaya sadar dan konstitusional memekarkan wilayah administratif Provinsi NTT menuju terbentuknya PKF yang telah lama diperjuangkan sejak 1954.”
PESAN POLITIKNYA JELAS:
Pak Ketua Yunus Takandewa, jika tahun 1999 PDI Perjuangan Sikka memulai KP3-F hingga Mubes 2003, maka tahun 2026 ini PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Bapak bersama Sekretaris Patris Lali Wolo dan seluruh Ketua DPC di 21 kabupaten dan 1 kota di NTT, secara khusus 9 kabupaten Kepulauan Flores ditagih sejarah untuk kembali menjadi Garda Terdepan mengantarkan PKF Definitif.
Apakah DPD PDIP NTT akan menjawab panggilan sejarah 71 tahun rakyat Flores? Kita tunggu arahan Bapak Ketua di Kupang.
Pelapor: Adrianus Jehamat – Ketum P4KF
Ruteng, 1 Oktober 2026
REDAKSI ISTANANETIZEN COM










