JAKARTA, ISTANANETIZEN.COM – Minggu, 11 Oktober 2026.

Sebuah pengakuan mengejutkan dibongkar oleh Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019, Fahri Hamzah, tentang gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang sebenarnya.
Dalam podcast Topik ID yang viral hari ini, Fahri menceritakan momen tak terlupakan saat diajak Prabowo bertemu para menteri di Beijing. Di depan semua menteri, termasuk Rosan Roeslani yang kini memimpin Danantara, Prabowo langsung menguliti satu-satu.
“Sudahlah, kita semua ini kan kapitalis. Anda kan pemain saham, Anda punya ini, Anda punya itu. Sudahlah itu semua untuk pribadi, sekarang kita mulai kerja buat rakyat,” ungkap Fahri menirukan ucapan Prabowo.
Suasana langsung hening dan diam semua.
Bahkan Fahri yang baru belajar jadi kapitalis sempat diledek Prabowo soal dasinya yang belum benar cara pakainya.
Namun dibalik candaan itu, Fahri menangkap pesan serius.
Prabowo Tidak Melakukan Revolusi, Beliau Bernegosiasi
Menurut Fahri, Prabowo sadar betul bahwa Indonesia terlalu lama percaya kepada modal, bukan kepada rakyat.
Inilah kutipan paling menohoknya yang menjadi headline:
“Bank-bank Negara Tidak Melayani Rakyat, Tapi Melayani Para Pemilik Modal” – Fahri Hamzah
Fahri menjelaskan dengan gamblang:
“Dia tahu kita terlalu lama membiarkan bank-bank kita itu tidak melayani rakyat. Dia mengenali kapital. Dia tidak melayani yang kecil, dia melayani yang besar. Kita lihat bagaimana uang itu tidak mengalir kepada rakyat kalau ada rakyat nunggunya luar biasa, izinnya luar biasa dipersulit luar biasa tapi kalau ada pemain besar itu merem itu bank-bank padahal bank negara, padahal bank pemerintah milik rakyat.”
Inilah alasan kenapa Prabowo mati-matian mendorong Koperasi sebagai soko guru ekonomi.
“Saya percaya bahwa Pak Prabowo menyadarkan kita waktu beliau membuat koperasi itu, beliau mau mengembalikan jiwa dari ekonomi kerakyatan, ekonomi kekeluargaan. Jangan kita izinkan materi ini, kapital ini dan kita berpeluh-peluh setiap hari bekerja untuk modal ini, yang modal ini dengan segala mekanismenya dalam sistem keuangan kita memerintahkan kita untuk bekerja siang malam untuk mereka, mereka yang tidur menikmati hasil dari modal ini, sementara orang-orang nggak pernah dihargai, rakyat tambah miskin, ketimpangan tambah luar biasa, penderitaan itu tambah memilukan,” tegas Fahri.
Fahri menyebut Prabowo sedang menerapkan Pasal 34 UUD 1945 tentang negara harus memelihara fakir miskin.
Telaah Istana Netizen Com:
Ini adalah pembongkaran paling jujur dari dalam lingkar istana. Jika benar bank negara milik rakyat tapi melayani konglomerat, maka inilah revolusi senyap yang sedang dilakukan Prabowo. Dari ekonomi kapitalistik ke ekonomi kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih.
Pertanyaannya: Berani kah bank-bank BUMN itu melawan balik?
Sumber: Podcast Topik ID / Fahri Hamzah
Penulis: Redaksi Istana Netizen Com | Minggu, 11 Oktober 2026
TAG: #FahriHamzah #PrabowoSubianto #BankNegara #EkonomiKerakyatan #KoperasiMerahPutih #IstanaNetizenCom
—










