JAKARTA, http://ISTANANETIZEN.COM – Selasa Sore, 13 Oktober 2026.

Tulisan tajam datang dari Diaspora Manggarai di Jakarta, Edi Danggur tentang fenomena ijazah palsu yang sedang gaduh di republik ini!
Menurut Edi, saat memproduksi ijazah palsu, orang itu sebenarnya sudah berbohong total. Punya ijazah SMA tanpa proses belajar mengajar yang normal. Punya ijazah S1 tanpa kehadiran kuliah, tanpa KRS dan tanpa KHS!
“Berani tanya mengapa ia memproduksi ijazah palsu? Tentu tidak berani. Itu sikap bijak,” tulis Edi Selasa 13 Oktober 2026.
Sebab semua jawaban pasti hanya memproduksi kebohongan baru. Penanya pun harus siap mengkonsumsi kebohongan baru!
Itu sebabnya orang Romawi bilang: “Noli interogare mendacem, iterum mentietur” – Jangan tanya pembohong sebab nanti ia akan berbohong lagi!
Para pengguna ijazah palsu sadar akan hal itu. Maka mereka lebih banyak diam, tunggu digugat orang. Tinggal cari cacat formal dari gugatan itu agar lolos!
Edi menganalogikan dengan kisah dalam buku “Doa Sang Katak” tentang Tamu Hadir Undangan Tanpa Pakaian Pesta. Raja bertanya: “Hai saudara, mengapa engkau menghadiri pestaku tanpa pakaian pesta?”
Tamu itu hanya diam, mata sayu, lunggep, kata orang Manggarai, dan sesekali juga ngoap. Ia sadar, apapun jawabannya pasti bohong. Jika jawab lupa pakai pakaian pesta, itu bohong. Jika jawab tidak punya pakaian pesta, itu juga bohong. Semua alasan adalah bohong baru.
“Maka, diam adalah kejujuran pertama setelah dusta,” tegas Edi.
Dan kalau ada yang usil menggugat para pengguna ijazah palsu itu ke pengadilan, maka pastilah tukang usil itu yang kalah di hadapan para pembohong itu. Karena mereka hanya akan dicari cacat formilnya!
Dalem!










