JAKARTA, http://ISTANANETIZEN.COM – 11 Oktober 2026.

Gelombang desakan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka kembali menggedor Gedung DPR RI!
Perwakilan massa aksi, Ubedilah Badrun, menegaskan bahwa persoalan ini sudah menjadi isu publik yang meluas dan sangat serius, karena menyangkut persoalan etik dan konstitusi di atas segala undang-undang.
“Karena itu DPR masih membuka ruang untuk kemudian menerima aspirasi masyarakat agar bangsa ini berjalan sebagaimana mestinya, agar rakyat tidak kehilangan standar moral dan etika,” kata Ubedilah di hadapan awak media, Minggu (11/10/2026).
Namun ironis, di saat DPR mengaku membuka ruang aspirasi, fakta di lapangan berbanding terbalik!
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengungkap kekecewaan. Massa mengaku ditahan 1,5 jam di gerbang belakang DPR dengan penjagaan 4 lapis!
“DPR sudah kayak lembaga tentara. Butuh gerbang yang begitu luar biasa sampai empat lapis hanya untuk bisa mengakses gedung wakil rakyat ini. Ini DPR yang luar biasa tertutup,” tegasnya.
Ia juga menyoroti PLT Sekjen DPR yang disebut menghalangi warga masuk, padahal sekjen sebelumnya tersangka korupsi. “Apa jadinya kalau dia sudah jadi definitif? Dia akan semakin menggila menutup pintu gerbang untuk rakyat.”
Formappi bahkan mengusulkan agar Badan Aspirasi Masyarakat DPR dibubarkan karena dinilai tidak penting dan hanya menghabiskan anggaran.
“Bagaimana bisa DPR membentuk badan yang tugasnya menyerap aspirasi publik, tapi ketika masyarakat mau menyampaikan aspirasi, malah ditutup pintunya?” pungkasnya.
Desakan angket ijazah Gibran pun menguat sebagai alasan formil pemakzulan.










