EDUKASI – FAKTA PENDIDIKAN

JAKARTA, http://ISTANANETIZEN.COM – Fakta telak soal polemik ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka akhirnya dibongkar langsung oleh akademisi dari Singapura! Penjelasan ini yang bikin publik kaget, karena anak-anak di Singapura sendiri akan ngamuk jika mendengar ada klaim penyetaraan seperti ini.
Hal itu diungkapkan Prof. Zulfikar Amir dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV yang tayang Selasa malam, 13 Oktober 2026.Prof Zulfikar bukan orang sembarangan, beliau sudah mengajar lebih dari 10 tahun di universitas di Singapura dan pernah 3 tahun menjadi Koordinator Penerimaan Mahasiswa Baru, sehingga paham betul sistem pendidikan di sana.
Dalam acara yang membahas ‘Bola Panas Putusan MK’ setelah putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober lalu itu, Prof Zulfikar menjelaskan sistem asli Singapura.
A-LEVEL 2 TAHUN YANG SUPER BERAT!
Menurut Prof Zulfikar, di Singapura anak yang mau kuliah wajib lewat jalur O-Level lalu lanjut ke A-Level selama 2 tahun. Ujian A-Level itu sangat berat, harus mengambil mata pelajaran yang sangat spesifik dan itu yang menentukan masa depan mereka mau kuliah di mana. Jika O-Level tidak tinggi, alternatifnya adalah masuk Politeknik selama 3 tahun.
ADVANCED DIPLOMA MDIS HANYA KURSUS PENDEK!
Lalu bagaimana dengan Advanced Diploma dari MDIS yang diklaim sebagai dasar penyetaraan SMA?
Prof Zulfikar menegaskan, MDIS adalah Private Education Institution, bukan universitas negeri Singapura. Program Advanced Diploma di sana hanya berlangsung 6 sampai 8 bulan dan biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa asing yang ingin merasakan hidup dan dianggap sebagai lulusan di Singapura.
_”Mengatakan Advanced Diploma setara dengan A-Level adalah kesalahan yang sangat fatal. Karena konten diploma itu sama saja dengan kursus,”_ tegas Prof Zulfikar di acara tersebut.
KENAPA ANAK SINGAPURA BISA NGAMUK?
Prof Zulfikar menjelaskan, masyarakat Singapura sangat meritokratik. Mereka sangat diskriminatif terhadap orang yang ingin mengambil jalan pintas atau shortcut.
Mereka harus berdarah-darah selama 2 tahun untuk lulus A-Level, yang nasibnya menentukan masa depan. Jadi wajar jika mereka ngamuk jika mendengar kursus 6 bulan diklaim setara dengan A-Level.
Bahkan, menurut Prof, lulusan private institution seperti MDIS saja agak sulit untuk mendapatkan pekerjaan di pemerintahan Singapura karena dianggap tidak memiliki kualifikasi yang sesuai, apalagi untuk menjadi pejabat publik.
Sumber: Rakyat Bersuara – iNews TV | Selasa, 13 Oktober 2026










