PACAR, ISTANA NETIZEN —
Gempa Flores yang berpusat di Nagekeo, Sabtu 15 Agustus 2026 dan mengguncang seluruh Pulau Flores, tidak hanya merusak bangunan. Di SMPN 1 Pacar, Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, gempa itu juga meninggalkan trauma di hati siswa.
Selama hampir 2 minggu, tepatnya sejak Senin, 31 Agustus 2026 hingga Senin, 7 September 2026, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke teras di samping sekolah.
“Kami Lebih Utamakan Psikologis Anak”
Keputusan ini diambil langsung oleh pihak sekolah demi keselamatan dan ketenangan siswa.

“Selama masa tanggap darurat, kita lebih mementingkan kondisi psikologis anak, terutama rasa takut yang mereka alami,” kata guru SMPN 1 Pacar, Pius Ampat, S.Pd., Gr., Senin 7/9/2026.
Menurut Pius, gempa susulan dan kondisi gedung yang retak membuat siswa mudah panik.
“Bukan hanya risiko tertimpa reruntuhan, kepanikan ketika merasakan getaran juga bisa membuat siswa berlari tanpa terkendali. Ini yang sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Dengan belajar di ruang terbuka, sekolah berharap bisa mengurangi risiko sekaligus membantu siswa memulihkan rasa aman dan kepercayaan diri.
Butuh Terpal, Belajar Kepanasan & Kehujanan
Selama KBM di luar ruangan, siswa dan guru bertahan tanpa pelindung. Tidak ada terpal.
“Harapan kami kepada pemerintah agar dapat membantu menyumbangkan terpal, karena sudah sekitar dua minggu kami melaksanakan KBM di luar ruangan dan sampai saat ini belum menggunakan terpal,” harap Pius.
Bagi sekolah, terpal sangat penting agar proses belajar bisa berlangsung dengan lebih nyaman, aman, dan terlindungi, terutama karena kondisi pascagempa masih butuh kewaspadaan.
Belajar Jalan, Pemulihan Jalan
Bagi SMPN 1 Pacar, pembelajaran di luar bukan hanya solusi keamanan. Ini juga bagian dari pemulihan psikologis siswa.
“Dalam situasi bencana, keselamatan peserta didik dan keberlangsungan pendidikan merupakan dua hal yang perlu berjalan beriringan,”
Pihak sekolah berharap siswa bisa segera kembali tenang dan yakin bahwa pendidikan tetap berjalan, walau untuk sementara harus di bawah langit.
Catatan Redaksi:
Semangat guru dan siswa SMPN 1 Pacar untuk tetap belajar di tengah trauma pasca Gempa Flores patut diapresiasi.
Kini giliran pemerintah dan kita semua membantu. Satu lembar terpal bisa jadi penentu nyaman atau tidaknya anak-anak belajar.
Penulis/ Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor: AJ










